JOGJA - Gempa di Yogyakarta yang terjadi di titik epicentrum megathrust telah satu pekan berlalu.
Informasi terakhir dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY total terdapat 107 bangunan yang rusak.
Gempa 5,8 magnitudo yang mengguncang DIY pada Senin (26/8/2024) titik epicentrum berada di Barat Daya Kabupaten Gunungkidul.
Gempa tersebut terjadi di kedalaman 32 kilometer.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad mengatakan hasil identifikasi terakhir pihaknya mencatat terdapat 107 bangunan terdampak gempa tersebut.
Ia menegaskan bangunan tersebut tidak ada yang statusnya rusak berat.
Terdapat 18 rumah terdampak di Bantul, tiga di Kulon Progo, satu di Sleman dan 86 di Gunungkidul.
Kerusakan ini mencakup retak hingga kerusakan di sejumlah bagian bangunan di beberapa titik.
"Sebagian besar di Gunungkidul yakni Semanu," ujarnya, Senin (2/8/2024).
BPBD telah melakukan pendistribusian logistik di seluruh daerah yang terdampak.
Logistik tersebut di antaranya selimut, terpal hingga makanan yang diberikan ke korban.
Berdasarkan informasi tertulis dari Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) DIY, dari hasil survei ditemukan bahwa sebagian besar bangunan yang rusak disebabkan oleh kondisi geologi setempat.
Tebalnya lapisan sedimen dan kualitas bangunan yang tidak memenuhi standar kontruksi tahan gempa juga menjadi salah satu faktornya.
BMKG DIY juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih memperhatikan standar konstruksi bangunan tahan gempa dalam mendirikan bangunan. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin