Tepatnya di enam Satuan Ruang Strategis (SRS) Keistimewaan yang berada di Kabupaten Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul, dan Kabupaten Sleman.
“Saat ini yang sudah selesai terpasang di SRS Makam Raja-Raja Mataram di Imogiri, Bantul,” ungkap Kepala Bidang Pengembangan Prasarana Transportasi Dinas Perhubungan DIY Didit Suranto kemarin (19/8).
APJ Pintar Bernuansa Budaya sebanyak 11 unit terpasang di ruas Jalan Dawung-Makam Imogiri.
Persisnya di ruas jalan menuju kompleks raja-raja Mataram Surakarta dan Yogyakarta di Kalurahan Girirejo, Imogiri, Bantul.
Selain itu, sebanyak 10 unit lainnya dipasang di ruas Jalan Yogya-Barongan. Ini masuk dalam SRS Kerta-Pleret.
“Daerah tersebut juga rawan terjadi kecelakaan sehingga kami pasang APJ Pintar Bernuansa Budaya,” kata Didit.
Masih di Bantul juga dipasang di SRS Pantai Samas-Parangtritis di ruas Jalan Palbapang-Samas sejumlah 5 unit.
Kemudian SRS Gunung Merapi yang dipasang di ruas Jalan Klangon-Tempel sebanyak 20 unit, Jalan Koroulun- Joholanang 10 unit dan Yogyakarta-Pulowatu sejumlah 5 unit.
Berikutnya, SRS Karst Gunungsewu, Gunungkidul di ruas Jalan Mulo-Tepus 20 unit, Jalan Playen-Paliyan 10 unit dan Jalan Panggang-Girijati sejumlah 5 unit.
APJ Pintar Bernuansa Budaya juga dipasang di SRS Gunung Menoreh Kulon Progo di ruas Jalan Nanggulan-Tegalsari sebanyak 5 unit.
Diakui, APJ Pintar Bernuansa Budaya itu memiliki karakteristik dan keunggulan. Berbeda dengan APJ pada umumnya.
Di antaranya, bila terjadi kerusakan bisa termonitor dari kantor Dinas Perhubungan DIY.
Bila terjadi sesuatu, misalnya rusak dapat langsung diketahui. Ada petugas yang mengaturnya melalui aplikasi maupun telepon pintar.
APJ Pintar Bernuansa Budaya itu juga dipasang di ruas-ruas jalan menuju kawasan destinasi wisata.
Didit menjelaskan, APJ Pintar Bernuansa Budaya itu baru dimulai tahun ini.
Seluruh biaya pengadaan dan pemasangan menggunakan Dana Keistimewaan Tahun Anggaran (TA) 2024.
Ditargetkan pekerjaan di enam SRS itu selesai pada akhir Desember mendatang.
“Bentuk ornamen dan APJ Pintar Bernuansa Budaya disesuaikan dengan lokasi di setiap SRS,” terangnya panjang lebar.
Di SRS Gunung Merapi, ornamen APJ berupa gambar gunung Merapi.
Perbukitan Menoreh berwujud bukit.
Sedangkan di Pantai Samas-Parangtritis berbentuk samudera. Demikian dengan SRS Makam Raja Mataram Imogiri. “Kami sesuai juga,” lanjut Didit.
Ke depan APJ Pintar Bernuansa Budaya itu akan terus ditambah. Disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran.
Tak hanya Dinas Perhubungan DIY, pemasangan juga dilakukan dinas perhubungan kabupaten se-DIY.
Meski sama-sama bernuansa hijau, ada perbedaan yang dipasang Pemda DIY dan pemerintah kabupaten.
Untuk yang DIY memiliki ketinggian 90 meter. Jarak antar APJ Pintar Bernuansa Budaya 30 meter.
Sedangkan yang dipasang kabupaten berjarak 20 meter dengan tinggi 70 meter.
Sekretaris Komisi C DPRD DIY Amir Syarifudin menilai APJ Pintar Bernuansa Budaya yang dibiayai dana keistimewaan sebagai upaya mengatasi keterbatasan kemampuan APBD DIY.
Selama ini, terbatasnya jumlah APJ di jalan-jalan provinsi menjadi catatan di Komisi C. Kebutuhan di lapangan dan ketersediaan anggaran tidak seimbang. Akibatnya beberapa ruas jalan provinsi gelap saat malam.
“Dengan dibiayai danais, kami harapkan bisa mempercepat penyelesaian kebutuhan APJ di jalan-jalan provinsi,” harap Amir.
Editor : Bahana.