RADAR JOGJA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Jogja melakukan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang Jalan HOS Cokroaminoto, Tegalrejo, Jogja, Jumat (16/8). Kegiatan ini merupakan bagian dari program sosialisasi serentak yang diselenggarakan PT KAI di seluruh daerah operasi dan divisi regional. Sosialisasi serentak dilakukan di 13 titik daerah operasi dan divisi regional KAI, baik Jawa maupun Sumatera.
Manajer Humas PT KAI Daop 6 Krisbiyantoro mengatakan, sosialisasi serentak dilakukan untuk menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya mengutamakan perjalanan kereta api dan keselamatan di perlintasan sebidang. “Agar seluruh perlintasan aman dan tidak pernah lagi terjadi kecelakaan,” ujarnya Jumat (16/8).
Dalam sosialisasi serentak ini, KAI Daop 6 Jogja berkolaborasi dengan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP), Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja, Jasa Raharja Jogjakarta, Polresta Jogja, Koramil Tegalrejo, Polsek Tegalrejo, dan Komunitas Pecinta Kereta Api. Kegiatan ini juga dilakukan dalam rangka menyambut HUT ke-79 Republik Indonesia, di mana pada tahun ini KAI mengangkat tema “Merdeka, Selamatkan Perlintasan”.
Krisbiyantoro menjelaskan, tahun ini masih terdapat 301 perlintasan di wilayah Daop 6 Jogja. Ratusan perlintasan sebidang itu dijaga oleh KAI, pemda, dishub, swasta, dan swadaya. Jumlahnya 138 titik atau 46 persen dari jumlah perlintasan sebidang secara keseluruhan.
"Sisanya sebanyak 163 titik atau 54 persen merupakan perlintasan yang tidak terjaga. Di mana dua di antaranya merupakan perlintasan tidak sebidang (underpass dan flyover),” jelasnya.
Ia menyampaikan, Daop 6 Jogja selama ini terus berusaha melakukan penutupan perlintasan untuk mendukung keselamatan perjalanan kereta api. Pada 2023, Daop 6 telah menutup enam titik perlintasan. “Selanjutnya pada periode Januari hingga Juli 2024, KAI menutup empat perlintasan,” ungkap Krisbiyantoro.
Pihaknya juga menyayangkan masih adanya pengguna jalan yang tidak disiplin saat melintas di perlintasan sebidang. Selama 2024 hingga Juli tercatat 8 korban kecelakaan di perlintasan sebidang dengan kondisi tiga korban luka berat dan lima meninggal dunia. “Peristiwa itu terjadi di enam perlintasan yang tidak dijaga dan dua di perlintasan yang dijaga,” jelas Krisbiyantoro.
Ia menyampaikan, Daop 6 secara tegas mengimbau para pengguna jalan raya yang akan melintas pada perlintasan sebidang untuk selalu berhati-hati dan waspada. Pengguna jalan juga wajib mengutamakan perjalanan kereta api. Serta keselamatan diri dengan mematuhi rambu-rambu serta aturan yang ada. (tyo/laz)