Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Fomo Tren Lari Jadi Ajang Flexing Capaian Pace dan Jarak di Media Sosial

Satria Pradika • Sabtu, 27 Juli 2024 | 15:25 WIB

 

AGENDA RUTIN: Dimas Andika saat sedang berlari dengan komunitasnya Kotorun Squad setiap Minggu pagi. Setiap lari, jarak minimal yang ditempuh adalah 10 kilometer. (Dokumentasi Pribadi)
AGENDA RUTIN: Dimas Andika saat sedang berlari dengan komunitasnya Kotorun Squad setiap Minggu pagi. Setiap lari, jarak minimal yang ditempuh adalah 10 kilometer. (Dokumentasi Pribadi)

RADAR JOGJA - Olahraga lari belakangan jadi tren yang banyak dilakukan anak-anak muda. Tak sekadar olahraga, banyak juga dari mereka yang mengunggah pencapaian lari di media sosial. Mulai dari pencapaian jarak tempuh, hingga pace atau kecepatan waktu berlari mereka.

Salah satu orang yang cukup hobi berlari adalah Dimas Andika. Dia pun mengaku tak mempermasalahkan dengan tren tersebut. Dia menilai bahwa hal tersebut ada sisi positifnya. Salah satunya adalah membuat olahraga lari makin banyak digemari.

"Nggak masalah fomo (fear of missing out) atau tiba-tiba ikut lari dan posting, ini kan tren yang positif," katanya pada Radar Jogja kemarin (26/7).

Dimas sendiri mengaku sudah aktif dan rutin berlari sejak 2018 silam. Namun dia sempat berhenti dan beralih ke olahraga sepeda saat pandemi Covid-19.

"Dari November 2023 kemarin aktif lagi sampai sekarang. Saya juga bikin komunitas lari di Jogja, namanya Kotorun Squad," sebutnya.

Rata-rata anggotanya adalah pekerja. Biasanya, jadwal rutin lari setiap Minggu pagi. Namun di luar jadwal rutinya bersama Kotorun, Dimas juga kerap meluangkan waktunya untuk berlari seorang diri. "Lebih enak pagi, belum banyak polusi dan kendaraan. Itu biasanya sebelum berangkat kerja," sebutnya.

Dia biasanya berlari di jalanan Jogja atau dalam Stadion Mandala Krida. Jarak yang ditempuh, minimal 10 kilometer. Namun setiap bulan, dia juga memiliki target pribadi. Mencoba jarak lari hingga 22 kilometer. "Itu target dan challenge ke diri sendiri, sejauh ini sudah jalan tiga bulan," paparnya.

Menyoal pace yang dimiliki, dia menaksir antara 6 hingga 7. Namun di beberapa kesempatan, dia juga pernah mencapai pace 5. "Tergantung jarak dan tenaga yang kita keluarkan. Kalau pace makin kecil, berarti tenaga yang kita keluarkan juga makin banyak, dan itu makin cepat lelah," bebernya.

Dalam beberapa kesempatan, Dimas juga kerap membagikan momen larinya di sosial media. Dia pun tidak mempermasalahkan jika hal itu dianggap flexing. “Kan flexing positif olahraga," urainya.

Tak jarang, saat dia lari sudah banyak fotografer yang standby. “Hasil fotonya juga bagus, sayang kalau tidak di posting kan," kelakarnya. (iza/eno)

Editor : Satria Pradika
#Dimas Andika #fomo