RADAR JOGJA - Kesulitan pengolahan sampah juga dirasakan warga Jogoyudan, Gowongan, Jetis. Bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jetis bersinergi untuk membersihkan sampah yang sudah berbulan-bulan lamanya menumpuk di area pemukiman warga Jogoyudan RW 07.
Ketua PCM Jetis Imam Bayu Nugroho mengatakan, tumpukan sampah tersebut sudah lama menumpuk. Terutama setelah ditutupnya secara permanen Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan. "Ini sudah berbulan-bulan dan sangat dekat dengan rumah warga, kami inisiatif paling tidak mengawali agar hal ini tidak berlarut-larut," katanya pada Radar Jogja, Sabtu (29/6).
Imam mengungkapkan, solusi yang diambil untuk menyelesaikan sampah di Jogoyudan tersebut dengan cara dibakar. Hal tersebut dirasa cukup efektif untuk saat ini. Selain itu, juga tidak memungkinkan untuk diolah menjadi pupuk atau bentuk lain, mengingat sampah yang sudah tercampur satu sama lain. "Jadi sekarang ini kami bakar, dengan mesin pembakar sampah milik salah satu warga, anggota PCM Jetis juga," bebernya.
Imam memperkirakan sampah yang menumpuk mencapai satu ton. Untuk proses pembakaran hingga sampah bersih membutuhkan waktu antara tiga sampai tujuh hari."Untuk mesin cuma satu, dan satu jam operasi itu kurang lebih bisa membakar 200kg sampah," paparnya."Nanti residu atau hasil pembakaran ini baru bisa dimanfaatkan, salah satunya untuk briket."
Senator DPD RI dari DIJ Afnan Hadikusumo yang turut hadir dalam agenda tersebut mengaku siap membantu menyelesaikan permasalahan sampah yang ada di wilayah Jogoyudan tersebut.
Menurut dia, sejatinya sampah merupakan permasalahan yang penyelesaiannya mau tidak mau harus dilakukan secara kolektif. Ia sendiri berharap ke depannya terus ada komitmen dari warga hingga PCM Jetis untuk bersinergi memerangi sampah bersama."Butuh sinergi untuk melakukannya, mulai dari warga hingga PCM, kita harus mengelola ini bersama-sama," ajaknya. (iza/pra)
Editor : Satria Pradika