Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ajak Pengunjung Menikmati Pameran sambil Relaksasi, Pameran Abhinaya Karya 2024, Suguhkan Karya Seni Visual Dan Suara

Agung Dwi Prakoso • Selasa, 18 Juni 2024 | 02:00 WIB
ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA
ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA

 

RADAR JOGJA - Pameran Abhinaya Karya 2024 bertajuk Sabda Raya berlangsung sejak 5 Juni lalu dan akan berakhir 1 Juli mendatang di Gedung Saraswati, Museum Sonobudoyo. Pameran ini menghadirkan berbagai macam bunyi yang ada di alam semesta. Pengunjung dibawa dan merasakan sensasi baru menikmati pameran seni.


Bunyi merupakan tema besar dalam pameran ini. Lewat pameran tersebut, mengajak pengunjung merasakan dan sadar kehadiran bunyi alam yang sejak dulu bisa dirasakan oleh manusia. Pameran menghadirkan benda-benda koleksi, instalasi seni, karya desain, dan artistik. Benda-benda tersebut dibuat sedemikian rupa hingga menghasilkan bunyi dan suara.


Kepala Museum Sonobudoyo Ery Sustiyadi mengatakan, ada 131 koleksi yang disuguhkan. Sebanyak 120 koleksi di antaranya berasal dari Museum Sonobudoyo dan sisanya gabungan dari koleksi museum lain, OPD, komunitas, dan pribadi."Diharapkan pengunjung dapat menyadari kekuatan bunyi mulai dari alam dan kini bagaimana semua dapat mengelola dan mengolahnya dengan baik," ujarnya.


Menurutnya, konsep awal mula bunyi berasal dari alam. Kemudian bunyi tersebut memberikan kontribusi terhadap kehidupan spiritual dan ditransformasikan dalam macapatan hingga ke musik kontemporer."Membuat aransemen sebuah musik yang itu bisa didengar atau bahkan bunyi itu menjadi sebuah wahana untuk berkomunikasi," tuturnya.


Pengunjung akan dihadapkan pada pemandangan indah karya instalasi alam dengan nuansa serba putih. Di tempat tersebut menggambarkan proses manusia memahami alam semesta untuk dapat hidup selaras dengan bumi."Di sana pengunjung akan mendengarkan suara aktivitas alam dalam judul Bunyi Mula-Mula," jelasnya.


Selanjutnya, terdapat juga instalasi Bunyi dan Spiritual. Pengunjung akan ditunjukan peran dari suara yang digunakan untuk mengharmoniskan pikiran dan jiwa. Selain itu dalam terapi bunyi, menurutnya bunyi juga bisa sebagai sarana untuk memulihkan kesehatan jiwa."Upacara-upacara adat di Nusantara banyak melibatkna bunyi tradisi," tandasnya.


Dalam pameran tersebut, tembang-tembang macapat juga diperdengarkan sebagai puisi tradisional Jawa yang disenandungkan. Ada pula instalasi “Bunyi Yang Diiramakan” yang menyuguhkan berbagai alat musik tradisional. Instalasi “Rupa Bentuk Bunyi” yang memamerkan sejumlah inovasi teknologi manusia dalam mengolah bunyi dan suara dari alam raya untuk membantu kehidupan manusia.

Sementara, dalam instalasi “Kata Kota Kita”, pengunjung diperkenankan untuk masuk ke dalam tabung yang menggantung.Terakhir, Ruang Jenak. Di sini, pengunjung dapat duduk bersila menghadap pada instalasi seni berbentuk gunung disertai sentuhan digital dan suara alam. Di sini pengunjung bisa merasakan relaksasi.

Salah seorang pengunjung pameran, Arya Nugraha mengatakan pameran tersebut menyuguhkan pengalaman baru. Sebab, dia bisa menikmati karya tidak hanya melalui visual melainkan juga dari audio."Otak kita seakan diajak berkhayal sejauh mungkin dengan dibantu audi dan visual dari karya tersebut," ujarnya.


Spot yang dia sukai adalah spot Ruang Jenak. Di tempatn tersebut dia bisa menenangkan pikiran dengan melihat instalasi seni berbentuk pengunungan dengan ditambah suara-suara alam yang menyejukan kepala."Cocok untuk yang lagi stress atau banyak pikiran," jelasanya. (oso/din)

 

Editor : Satria Pradika
#Pameran #Abhinaya Karya #karya seni