JOGJA - Event Jogja Cross Culture (JCC) kembali diselenggarakan dengan 15 panggung di sepanjang Jalan Malioboro, Sabtu (25/5/2024). Acara tersebut diramaikan oleh berbagai macam bentuk pertunjukan seni yang menggaet 14 Kemantren yang ada di Kota Jogja.
Ribuan orang memadati Jalan Malioboro. Massa besar tersebut tumplek blek hingga Jalan Malioboro ditutup untuk kendaraan yang akan melintas. Tahun ini, JCC merupakan penyelenggaraanya yang keenam. Pengambilan tema "Rikat Rakit Raket" menjadi spirit tersendiri bagi para pelaku seni dan seluruh masyaraka yang terlibat.
"Rikat bergerak cepat, Rakit berproses dan Raket kebersamaan," ujar Penjabat Walikota Jogja, Sugeng Purwanto saat dikonfirmasi, Minggu (26/5/2024).
Makna tema tersebut merupakan doa yang dipanjatkan melalui penyelenggaraan JCC. Secara detail Rikat menggambarkan masyarakat Kota Jogja dengan mobilitas tinggi dan kerja keras. Selanjutnya Rakit merupakan pemaknaan dari kolaborasi sehingga menuju sebuah penyempurnaan dan Raket merupakan hasil akhir yaitu persatuan dan kebersamaan. Adanya para seniman yang dilibatkan bertujuan untuk memberikan wadah menggelar karya sehingga bisa dinikmati banyak orang.
"Otomatis pelaku UMKM juga akan diuntungkan lewat event JCC, sehingga mereka bisa meningkatkan ekonomi Kota Jogja," tuturnya.
Konsep panggung JCC yang terdiri dari 14 panggung dan satu panggung besar atau inti menjadi tawaran menarik dari Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Jogja. Konsep tersebut baru tahun ini direalisasikan. Panggung pertunjukan 14 titik tersebut berada sejauh 1,2 kilometer di sepanjang Jalan Malioboro.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo menambahkan dengan adanya berbagai macam event di Kota Jogja seperti JCC akan menambah branding Jogja sebagai City of Festival. Penyelenggaraan event yang masif di Kota Jogja dinilai menjadi potensi besar sebagai daya tarik pariwisata.
"Terbukti, ribuan orang tumplek blek di Malioboro untuk menikmati event," ujarnya.
Baca Juga: Seleksi CPNS & PPPK 2024 Bakal Dibuka Bulan Depan, Siapkan Dokumen-Dokumen Ini Biar Gak Ketinggalan
Ia berharap event tersebut bisa memantik komunitas atau kelompok seni untuk lebih bersemangat dalam mengadakan sebuah event secara mandiri. Tak hanya event dari pemerintah dalam hal ini Dinas Kebudayaan Kota Jogja, melainkan sangat bisa dimulai dari pertunjukan skala kecil. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin