Masa jabatan Pj Wali Kota Jogja Singgih Raharjo dan Pj Bupati Kulon Progo Ni Made Dwipanti Indrayanti telah selesai Rabu (22/5).
HB X mengatakan, Pj Wali Kota dan Bupati untuk bisa mengawal pemilihan kepala daerah (pilkada).
Aparatur Sipil Negara (ASN) harus dipastikan menjaga netralitas dalam pesta demokrasi di tingkat kabupaten/kota pada November 2024 mendatang.
"Harapan saya tadi sudah saya sampaikan tapi juga tidak lepas bagaimana pemerintah daerah juga ikut partisipasi untuk pelaksanaan pilkada baik bupati maupun wali kota," katanya usai melantik di Bangsal Kepatihan Kompleks Kepatihan.
Selain itu, Pj baru juga memiliki tantangan yang krusial salah satunya persoalan desentralisasi pengelolaan sampah.
Di mana dalam konteks ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja dan Kabupaten Kulon Progo dapat merencanakan dan mengimplementasikan konsep tata kelola sampah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Penguatan edukasi lingkungan baik melalui pendidikan formal maupun informal, dan melalui skema pemberdayan masyarakat.
"Bagi pemerintah kota Jogja, setidaknya harus diperkuat dengan visi tata kelola food waste atau sampah pangan, mengingat sektor pariwisata dan bisnis kuliner berpotensi menyumbang sampah pangan," ujarnya.
Demikian pula dengan Kabupaten Kulon Progo, HB X meminta perlu mengoptimalkan peran wilayahnya sebagai kota bandara, melalui potensi smart agriculture, smart tourism, dan circular economy.
Pemerintah Kabupaten Kulon Progo harus cermat dalam memilih dan memilah investor dengan ketat dalam proyek Aeropolis YIA sesuai program pembangunan yang telah direncanakan bersama Pemprov DIY.
Baca Juga: Pemkab Purworejo Usulkan Seribu Formasi PPPK dan CPNS ke Menteri PANRB. Ini dia Kebutuhannya!
"Kerjasama dengan JICA harus terus dilanjutkan, untuk mengintegrasikan kawasan bandara dengan pengembangan infrastruktur pendukung yang efektif, agar memberikan benefit nyata bagi Kabupaten Kulon Progo," jelasnya.
Selain itu, UMKM di Kulon Progo harus diberikan dukungan khusus untuk meningkatkan standar dan keterjangkauan produk mereka agar memenuhi kualitas internasional dengan memanfaatkan fasilitas di YIA.
Ini untuk mempromosikan produk-produk terkurasi kepada wisatawan internasional.
"Tentu dengan didukung optimalisasi platform SiBakoel Jogja, untuk penetrasi pasar UMKM melalui IT," terangnya.
Pj Bupati Kulon Progo itu juga diminta harus memastikan program bantuan sosial lansia dapat berjalan efektif dalam bingkai akuntabilitas dan berkeadilan dengan kolaborasi lintas sektor antar level pemerintahan.
Pj Wali Kota Sugeng Darmanto mengatakan kesiapannya untuk menjalan ketugasan-ketugasan seusai yang diamanatkan Raja Keraton itu.
Salah satu tugas yang cukup berat baginya adalah mengawal prosesi pergantian kepala daerah dalam pilkada mendatang.
"Itu memang ketugasan utama bagaimana kita mengantarkan prosesi pergantian kepala daerah sejak dari pemilihan umum, prosesi pengambilan suara sampai dengan pelantikan. Jadi memang utamanya adalah itu kami harus menyukseskan pemilukada sampai terpilihnya pimpinan daerah definitif," katanya.
Pun birokrat yang pernah menjabat Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY itu juga siap menjunjung tinggi asas netralitas ASN di lingkungannya.
Karena sejatinya, secara umum normatifnya dalam aturan ASN harus netral.
"Pasti ya itu hukumnya wajib (netralitas ASN), toh secara umum memang secara normatif ASN memang harus netral. Apapun alasan dan apapun motivasinya harus netral," ujarnya
Selain itu, Sugeng juga siap melanjutkan kebijakan penanganan sampah yang telah ditinggalkan oleh Pj sebelumnya.
Kebijakan yang dinilai tepat akan dilanjutkan dan sebaliknya, jika ada kekurangan maka akan disempurnakan.
Namun, yang tak kelah penting adalah kesadaran masyarakat itu sendiri untuk bisa mengelola sampah dengan menarik dan bijaksana.
"Karena nggak mungkin terkait dengan kepentingan urusan sampah hanya menjadi tanggung jawab pemerintah kota Jogja. Tapi bagaimana elaborasi dari semua stakeholder maupun non goverment," tambahnya.
Pj Bupati Kulon Progo Srie Nurkyatsiwi mengatakan, akan melanjutkan proyek Aeropolis YIA.
Utamanya soal para pelaku usaha atau UMKM diharapkan tidak hanga sebagai penonton semata, melainkan bisa terlibat dan mempunyai peran yang pada akhirnya memiliki dampak positif.
"Tapi tidak tiba-tiba mereka bisa langsung memanfaatkan kalau mereka tidak berbenah," katanya.
Menurutnya, saat para UMKM berbenah praktis dibutuhkan pembinaan atau pendampingan dari pemerintah, lintas sektor atau lintas wilayah.
Adanya potensi Bandara YIA di Kulon Progo, apalagi telah berstatus internasional menjadi peluang dan kesempatan untuk mereka bisa naik kelas.
Dengan cara melakukan manajemen, strategi pemasaran, hingga siap untuk menuju ekonomi digital.
"Bagaimana kemampuan SDM dan SDA, kelembagaan mereka, produktivitas mereka, terkait produk-produk mereka bagaimana bisa go internasional. Ini pasti butuh sebuah komitmen dan komunikasi semua pihak dan siap untuk melakukan kreasi bersama sama dengan semua pihak," tambahnya.
Editor : Bahana.