Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hingga Bulan Mei 2024 Kasus Stunting di Kota Jogja Menurun Dibanding Tahun Sebelumnya, Dinkes Kota Jogja Melakukan Langkah Ini...

Agung Dwi Prakoso • Rabu, 15 Mei 2024 | 23:19 WIB
Kepala Dinkes Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani.
Kepala Dinkes Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani.

JOGJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja menyampaikan angka balita yang mendapatkan perawatan perihal stunting sejumlah 196 balita di seluruh Kota Jogja. Dibandingkan tahun 2024 yang menembus 600 balita, kasus stunting di Kota Jogja tahun 2025 hingga bulan Mei menurun.

Dinkes Kota Jogja akan melakukan pantauan untuk mencegah stunting dengan cara melakukan pantauan kepada calon ibu dari sejak remaja hingga balitanya. 

"Tahun kemarin ada sekitar 5% atau 600 balita yang dirawat di RS Pratama Maupun RS DKT Kotabaru. Tahun ini hanya ada 196 balita sampai bukan Mei. Semoga saja ada penurunan," ujar Kepala Dinkes Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani, Rabu (15/5/2024). 

Emma menyampaikan terdapat dua cara untuk mengintervensi kasus stunting. Cara tersebur adalah intervensi sensitif dan intervensi spesifik. Perbedaan dari dua cara tersebut adalah penanganan di sektor kesehatan dan di luar kesehatan yaitu perihal pemenuhan gizi. 

"Upaya untuk mengintervensi stunting ada dua yaitu spesifik lebih kurang 30% di sektor kesehatan. Kemudian intervensi sensitif itu dilakukan hingga 70% yang dilakukan diluar kesehatan," tuturnya. 

Intervensi spesifik dilakukan tidak hanya kepada balita melainkan juga kepada remaja putri selaku calon ibu. Pemantauan tersebut dilakukan secara bertahap mulai dari remaja, menikah hingga melahirkan. 

"Kita gencarkan aksi bergizi ke beberapa sekolah SMP dan SMA yaitu dengan minum tablet tambah darah. Kemudian setelah nikah atau pada saat hamil kita juga memantau karena mereka harus melakukan oaling tidak enam kali ANC atau pemeriksaan pada waktu bumil," jelasnya.

Setelah ibu melahirkan, pemantauan akan pindah fokus kepada balitanya. Hak tersebut untuk memantau terkait tunbuh kebang dan kebutuhan gizi balita. Pemantauan balita dilakukan di Posyandu daerahnya masing-masing. 

Jadi tadi sudha ada 3 kelurahan sebagai best practice dalam rangka oenurunan stunting, sementara 42 kelurahan digarapkan bisa meniru atau mencari infasi yang bis auntuk percepatan penurunan angka stunting. 

"Keluarga masyarakat mau dateng ke posyandu agar mengetahui status gizi anak anaknya. Karena sekarang walauoun di Kota Jogja sudah 85% peran serta masyarakat sudah baik tetapi kami berharap bisa menjadi 100% balita di kota jogja terpantau," tandasnya. 

Dinkes Kota Jogja juga menyiapkan Rumah Pemenuhan Gizi (RPG) yang difungsika. Untuk merawat balita yang gizi buruk. Selain itu, Kota Jogja juga mempunyai dua rumah sakit rujukan khusus untuk stunting yaitu di RS Pratama, Mergangsan dan RS DKT Kotabaru. 

"Kemudian setiap balita yang ke Posyandu tetapi tidak mengalami kenaikan saat penimbangan harus dirujuk ke puskesmas. Jadi di puskesmas ada tim sendiri," pungkasnya. 

Lurah Kelurahan Wirobrajan yang menjadi Kelurahan penerima penghargaan yang mampu menangani kasus stunting secara signifikan, Dani mengungkapkan, pencapaian ini tidak akan tercapai tanpa dukungan dari berbagai pihak yang ikut berpartisipasi dalam penanganan stunting khususnya di wilayah Kelurahan Wirobrajan.

Dani menambahkan, penanganan stunting yang telah dilakukan diantaranya menggandeng gerakan gandeng gendong dalam membuat Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak stunting di wilayahnya. Dimana saat ini ada sebanyak 14 anak stunting yang sedang dipantau untuk tumbuh kembangnya dengan melibatkan puskesmas setempat.

“Kami setiap selasa melakukan pemantauan didampingi puskesmas, dan memberikan PMT kepada 14 anak stunting yang ada di wilayah kami. Harapannya, anak stunting yang ada di wilayah kami segera membaik dan mendapatkan gizi yang seimbang. Tentunya hal ini juga memerlukan dukungan dari kedua orang tua anak. Sehingga, di wilayah Kelurahan Wirobrajan zero stunting,” pungkasnya. (oso) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Cegah Stunting #Dinas Kesehatan Kota Jogja