JOGJA - Dua orang tukang bangunan yang tertimpa runtuhan rumah terdampak proyek revitalisasi Benteng Keraton Yogyakarta merupakan warga Magelang dan Sleman. Saat dilakukan evakuasi, salah satu korban diduga meninggal ditempat dan langsung dilarikan ke RS Bhayangkara.
Kasi Humas Polresta Jogja AKP Sujarwo dalam keterangan tertulisnya mengatakan bahwa dua korban tersebut bertempat tinggal di luar Kota Jogja. Korban yang mengalami luka-luka bernama Sencaki Mahendra Wijayanto (47) warga Tempursari 2 RT 06 RW 03, Desa Tempursari Kecamatan candimulyo Kabupaten Magelang Jawa Tengah.
"Korban mengalami kuka bagian telapak kaki kiri dan saat ini berada di RS Panti Rapih," ujar Sujarwo saat dikonfirmasi, Selasa (7/5/2024).
Selanjutnya satu korban lain yaitu Maryono (52) merupakan warga yang bertempat tinggal di Bluyah Gede Rt 08 03 Sinduadi Mlati Sleman. Maryono merupakan korban yang meninggal dunia dalam tragedi ini.
"Korban meninggal dunia dan saat ini posisinya berada di RS Bhayangkara," tuturnya.
Pemilik rumah bernama Sudaryanto yang dalam kejadian ini sebagai saksi. Kronologi kejadianya adalah pada 1 Mei 2024, Pemborong mendatangi rumah Sudaryanto, dengan maksud untuk membeli bongkaran bangunan rumah milik Sudaryanto.
"Terjadilah kesepakatan harga sebesar Rp. 2.500.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah)," jelasnya.
Selanjutnya eksekusi pembongkaran dilakukan pada hari ini, Selasa (7/5/2024). Rumah tersebut merupakan bangunan dengan dua lantai dimana bagian atasnya tersapat cor atap lantai dua. Dalam rangka revitalisasi benteng Kraton Yogyakarta, maka dilakukan pengosongan bangunan yang ada di dalam benteng Kraton Yogyakarta.
"Saat kejadian kedua korban sedang berada di lantai bawah dan tiba-tiba cor ambruk menimpa dua kroban hingga mengakibatkan satu luka dan satu orang meninggal di TKP," tandasnya.
Berdasarkan analisa yang dilakuka pihak kepolisian disimpulkan bahwa kegiatan pembongkaran bangunan tersebut atas inisiatif pemborong dan pemilik rumah. Selanjutnya direncanakan pemborong akan menjual kembali untuk mencari keuntungan dari kayu ataupun kusen-kusen bekas rumah tersebut.
"Korban bersama teman-temannya diduga tidak memperhatikan kekuatan cor lantai atas pada saat melakukan pembongkaran hingga mengakibatkan roboh menimpa korban," pungkasnya
Sementara itu, salah seorang warga setempat, Yuliana menambahkan bahwa pemilik bangunan sudah tidak menempati rumah tersebut dalam kurun beberapa hari terakhir. Proses evakuasi dilakukan oleh BPBD, Damkarmat, instansi terkait dan para relawan.
"Korbannya ada dua, yang satu patah-patah (tulang), kemudian yang satunya meninggal di tempat karena tertimpa dak (atap beton)," jelasnya.
"Meninggal di tempat, ketuntuhan dak tambah genteng berapa ratus itu, kayak sedang di dalam ruangan terus keruntuhan bangunan," imbuhnya. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin