Berbagai macam inovasi program dan produk unggulan dari Kelurahan Rejowinangun telah dinilai oleh tim penilai yang terdiri dari 34 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Jogja yang dipelopori oleh Bagian Tata Pemerintahan Kota Jogja.
"Alhamdulilah Evaluasi perkembangan kelurahan tingkat kota Jogja tahun 2024. Kebetulan Kelurahan Rejowinangun masuk lima besar," Ujar Lurah Rejowinangun Handani Bagus Setyarso saat ditemui di Kantor Kelurahan Rejowinangun, Kamis (25/4/2024).
Giat penilaian tersebut dihadiri oleh perwakilan dari 34 OPD di Kota Jogja yang difasilitasi oleh tapem dan diketuai oleh asisten kesra.
Penilaian tersebut terkait dengan pengembangan potensi kelurahan termasuk administrasinya.
Terdapat beberapa potensi unggulan i Kelurahan Rejowinangun seperti Cluster Budaya RW 01-05, Cluster Kerajinan RW 06-07, Cluster Herbal 08-09, Cluster Kuliner RW 10 dan Cluster Agro RW 11-13.
"Di Cluster Budaya seperti ada sanggar Manukberi lalu event kampung srawung, di Cluster kerajinan ada kerajinan rajut dan ecorprint dan masih banyak lagi seperti lorong sayur dan berbagai kuliner," jelasnya.
Ia mengatakan program unggulan tersebut bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat dan peningkatan ekonomi warga.
Selanjutnya program pengolahan sampah juga menjadi unggulan dalam penilaian di kampung Rejowinangun.
"Ada inovasi pembakaran sampah yang abu nya sangat kecil dan tingkat polusi yang juga kecil," tandasnya.
Handani mengaku mempersiapkan penilaian lomba tersebut kurang dari satu bulan yaitu selama dua Minggu.
Hal tersebut dinilai mepet dikarenakan bersamaan dengan pesta politik pemilu 2024.
"Kita menggerakan perangkat kelurahan dan seluruh masyarakat kita libatkan agar lomba ini berjalan sukses," pungkasnya.
Giat pada hari ini merupakan proses terakhir yaitu evaluasi lapangan.
Sebelumnya telah dilakukan penilaian khususnya untuk berkas administratif melalui daring atau upload.
Sementara itu, Kabag Tata pemerintahan Kota Jogja sekaligus Perwakilan Tim Penilai Subarjilan mengatakan kegiatan penilaian tersebut merupakan program tahunan tata pemerintahan Kota Jogja.
Diawali dari tim evaluasi tingkat Kemantren yang mengirimkan hasil evaluasinya ke kota lalu diambil masing-masing satu Kelurahan untuk dinilai.
"Setelah kita dapatkan lima besar se Kota Jogja, kemudian kita adakan presentasi paparan lurah tentang inovasi yang dilakukan dan kita adakan verifikasi lapangan seperti hari ini," ujarnya.
Dalam proses evaluasi perkembangan kelurahan tingkat kota Jogja dari 14 Kelurahan hanya diambil 5 terbaik. Selanjutnya dari lima Kelurahan akan diambil 2 untuk maju ke tingkat Provinsi DIJ.
"Secara umum penilainya bagus seperti partisipasi masyarakat, pemberdayaan masyarakat, bidang pemerintahan dalam lainya," tuturnya.
Kriteria penilaian dari tim penilai adalah administrasi yang telah proses penilaian ya dilakukan di awal. Kemudian paparan lurah dan juga materi inovasi yang diterapkan di kelurahan.
"Nanti kita cocokan dan verifikasi paparan inovasi yang kami terima dari lurah, seperti apa dilapanganya," pungkasnya.