Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Masih Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi, Dispar Imbau Wisatawan agar Lebih Waspada

Adib Lazwar Irkhami • Jumat, 12 April 2024 | 16:00 WIB
ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA
ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA


RADAR JOGJA - Momentum libur Lebaran 2024, DIY masih musim penghujan dan hingga 29 April berstatus siaga darurat bencana hidrometeorologi yang dikeluarkan BPBD.

Dinas Pariwisata DIY pun menyiapkan surat edaran (SE) terkait mitigasi bencana di destinasi wisata yang berpotensi rawan. Pelaku wisata juga diminta terus mengingatkan para wisatawan mempersiapkan diri. 

Plh Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY Anita Verawati mengatakan, dinas pariwisata telah melaksanakan mitigasi sebelumnya di daerah destinasi wisata rawan longsor. Ada beberapa destinasi yang rawan longsor. SE pun disiapkan sebagai dasar kewaspadaan dini. 


"Kami menyiapkan SE liburan Lebaran yang mengimbau agar pengelola usaha/destinasi wisata selain melakukan mitigasi bencana di lingkupnya juga berkoordinasi dengan pihak terkait," katanya (2/4). 

Vera juga mengimbau Dinas Pariwisata kabupaten/kota agar mewaspadai perkembangan perubahan cuaca. Dan memperhatikan informasi BMKG terkait potensi bencana alam yang mungkin terjadi. 


"Lalu menginformasikan situasi dan kondisi terkini kepada petugas, pengunjung dan masyarakat sekitar. Informasi-informasi bagi wisatawan akan masif kita lakukan melalui media sosial," ujarnya. 


Adapun beberapa destinasi wisata rawan bencana, terutama longsor meliputi daerah perbukitan. Di antaranya Perbukitan Menoreh dan sekitarnya, Pegunungan Sewu dan sekitarnya, Perbukitan Patuk, Imogiri dan sekitarnya.  "Dan kami selalu menginformasikan semacam warning ke wisatawan untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya," jelasnya. 


Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad mengatakan, khusus objek wisata yang diperkirakan akan banyak dikunjungi pemudik yaitu sepanjang pantai selatan, mitigasinya telah disiapkan. "Kami melibatkan Basarnas, Polairud, Satlinmas Rescue dan BPBD (kabupaten). Mereka akan berjaga selama libur Lebaran di semua titik," katanya.

 
Noviar menyebut pengamanan di destinasi pantai dilakukan di 33 titik, mulai ujung timur Pantai Sadeng, Wediombo, sampai ke wilayah barat Pantai Congot, Waduk Sermo hingga Gunung Merapi.  "Itu kami jaga 24 jam. Personel kami siagakan di pinggir pantai," jelasnya. 


Selain pantai dan wilayah perbukitan, rencana kontinjensi dilakukan terkait bencana hidrometeorologi, baik di perbukitan maupun lokasi yang berpotensi logsor. 


"Kami sudah bagikan kepada lokasi yang rawan longsor dalam bentuk bronjong. Agar FPRB (Forum Pengurangan Risiko Bencana) di tiap kalurahan/kelurahan bisa kerja bakti untuk pasang bronjong di lokasi itu," jelasnya. 


Para wisatawan, masyarakat, pemudik diimbau selalu memperhatikan alat early warning system (EWS) yang sudah dikeluarkan BMKG terkait potensi cuaca. Sebab BMKG setiap hari mengupdate potensi cuaca melalui aplikasi Info BMKG.  (wia/laz)

Editor : Satria Pradika
#Dinas Pariwisata DIY #bencana hidrometeorologi #libur lebaran