Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Cek Kesiapan dan Pasokan BBM Jelang Lebaran, Pemkot Jogja Pastikan SPBU Sudah Pasti Pas

Agung Dwi Prakoso • Jumat, 5 April 2024 | 16:30 WIB

 

CEK LAPANGAN: Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo saat mematau stok dan kualitas BBM jelang Lebaran di SPBU Timoho, kemarin (4/4).HUMAS PEMKOT JOGJA
CEK LAPANGAN: Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo saat mematau stok dan kualitas BBM jelang Lebaran di SPBU Timoho, kemarin (4/4).HUMAS PEMKOT JOGJA



RADAR JOGJA – Menjelang libur Lebaran, pengecekan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) intensif dilakukan. Meliputi kualitas dan takarannya. Termasuk di wilayah Kota Jogja. Ini untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.


Sales Branch Manager Rayon I Jogjakarta PT Pertamina Patra Niaga Wahyu Purwatmo menuturkan, SPBU di Kota Jogja secara kuantitas takarannya terjaga karena seluruh SPBU statusnya adalah Pasti Pas. “Itu selalu diukur teranya," kata Wahyu, kemarin (4/4).


Pengecekan tera BBM dilakukan petugas setiap hari yaitu sebelum shift pertama dimulai. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas dan kuantitas bahan bakar yang beredar di masyarakat dapat maksimal.


Secara kuantitas, dari berbagai jenis bahan bakar dinilai mencukupi kebutuhan selama Lebaran. Hal itu dilakukan lantaran agar tidak membuat kekhawatiran masyarakat tentang kelangkaan BBM.

"Saat ini pembelian solar full menggunakan QR Code. Kami mengimbau untuk masyarakat yang menggunakan produk pertalite untuk bisa mendaftar menggunakan QR Code juga," harapnya.


Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menyelenggarakan pantauan kesiapan SPBU menjelang libur panjang dan lebaran. Salah satunya di SPBU Timoho, kemarin (4/4). Selain memastikan stok, giat tersebut juga memastikan takaran nozzle pas dan tepat.


Dalam ketentuan menyebutkan terdapat toleransi pengurangan bahan bakar saat proses pengisian. Toleransi tersebut diterapkan lantaran bahan bakar minyak (BBM) bersifat mudah menguap.

"Dalam setiap 20 liter, batas toleransi pengurangan bagan bakar maksimal 60 ml. Sehingga masih sangat layak, sangat baik karena dari takaran itu menunjukkan minusnya 30 ml," tuturnya.(oso/din)

 

 

 

 

Editor : Satria Pradika
#SPBU Timoho #qr code #BBM #SPBU #Singgih Raharjo