Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Perbaikan Jalan Provinsi Tak Samapi 10 Km, Dewan Sebut Masalah Bukan pada Anggaran

Winda Atika Ira Puspita • Minggu, 31 Maret 2024 | 17:10 WIB

 

HATI-HATI: Spanduk kritikan jalan rusak terpasang di jalan Sendangmulyo, Minggir, Sleman, Sabtu (30/3).
HATI-HATI: Spanduk kritikan jalan rusak terpasang di jalan Sendangmulyo, Minggir, Sleman, Sabtu (30/3).

RADAR JOGJA - Jalan provinsi yang rusak akan dilakukan perbaikan. Rencananya, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUESDM) DIJ hanya akan menangani tujuh titik tahun ini. Namun panjangnya tak sampai 10 kilometer.

 

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPESDM DIJ Kwaryantini Ampeyanti Putri menjelaskan, peningkatan tersebut akan berada di sepanjang ruas Jalan Hargomulyo-Watugajah, Gunungkidul. Sepanjang 2,5 kilometer. Kemudian 1,5 kilometer Jalan Klangon, Tempel, dan Jalan Demakijo-Kebonagung, Godean dengan panjang 1,5 kilometer.

 

Ruas Jalan Imogiri Dodogan 1,275 kilometer, ruas Sentolo-Brosot 1,15 kilometer, ruas Jalan Jogja-Kaliurang 1,65 kilometer, serta Jalan Prambanan-Gayamharjo 400 meter. Total panjangnya mencapai 9,975 kilometer. "Untuk pekerjaan peningkatan jalan ini rencananya akan dilaksanakan di tahun ini, saat ini sedang berproses untuk pengadaan jasa," sebut Iyan, sapaan akrabnya kemarin (30/3).

 

Sedangkan untuk menyambut mudik Lebaran, lanjut Iyan, dinasnya juga akan melakukan perbaikan sementara. Dengan cara tambal sulam di beberapa ruas jalan provinsi. Namun, dia tidak menyebutkan berapa panjang dan di mana saja titik yang akan dilakukan penambalan.

 

Hanya saja, dia membenarkan jika titik penambalan ada di ruas Jalan Godean yang mendapatkan protes dari warga belum lama inii. "Iya (di Jalan Godean, Red). Dengan anggaran pemeliharaan rutin di semua jalan provinsi yg terdapat lubang," tegasnya.

 

Dia memastikan, pekerjaan penambalan akan selesai sebelum Lebaran. "Namun kondisi hujan yang terus menerus, juga berpotensi munculnya lubang baru," katanya.

 

Terpisah, Wakil Ketua DPRD DIJ Huda Tri Yudiana mengatakan, penanganan untuk jalan rusak idealnya memang bukan penambalan atau pemeliharaan. Jalan-jalan yang rusak semestinya dengan perbaikan dan peningkatan sehingga warga nyaman. Dan yang lebih penting, tidak berbahaya bagi pengendara. "Paling hal klasik bab kekurangan anggaran (jika ada perbaikan tidak semestinya, Red)," katanya. 

 

Huda menilai, perencanaan yang kurang baik yang menjadi masalah. Padahal semestinya, peningkatan jalan rusak menjadi prioritas. Sebab DIJ bertumpu pada wisata yang sangat memerlukan kenyamanan infrastruktur. "Perencanaan juga terkait komunikasi antardinas yang kadang kurang lancar. Kalau bab kekurangan anggaran saya kok tidak sependapat. Lebih ke kurang komunikasi antarinstansi, berakibat pada perencanaan yang kurang baik," bebernya. (wia/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#jalan provinsi #rusak #DPUPESDM #DIY