Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mahasiwa Hindu di Jogja Arak Tiga Ogoh-Ogoh dan Gunungan Sambut Hari Raya Nyepi

Elang Kharisma Dewangga • Minggu, 10 Maret 2024 | 12:20 WIB

 

Peserta pawai mengarak ogoh-ogoh untuk menyambut Hari Raya Nyepi di Kawasan Kota Baru, Jogja, Sabtu (9/3). Selain untuk menyambut Hari Raya Nyepi agenda  pawai ogoh-ogoh yang diinisiasi Dinpar Kota Jogja itu juga sebagai peresmian ornamen Nyepi yang terpa
Peserta pawai mengarak ogoh-ogoh untuk menyambut Hari Raya Nyepi di Kawasan Kota Baru, Jogja, Sabtu (9/3). Selain untuk menyambut Hari Raya Nyepi agenda pawai ogoh-ogoh yang diinisiasi Dinpar Kota Jogja itu juga sebagai peresmian ornamen Nyepi yang terpa

RADAR JOGJA - Umat Hindu antusias mengikuti gelaran pawai gunungan dan ogoh-ogoh menyambut Hari Raya Nyepi di Kota Jogja, kemarin (11/3). Tak sekadar pawai, momentum ini juga sekaligus launching ornamen Nyepi di sekitar Jalan Suroto-Jalan Sudirman yang diinisiasi Dinas Pariwisata Kota Jogja.

Kadinpar Kota Jogja Wahyu Hendratmoko mengatakan, ornamen yang terpasang di kawasan Kotabaru itu memang diniatkan untuk mempercantik Kota Jogja ikut merayakan Hari Raya Nyepi. "Kami bersyukur acara ini dimeriahkan bapak-ibu dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) DIJ," katanya kemarin (9/3).

Wahyu menuturkan, salah satu entitas Kota Jogja adalah kota yang toleran, termasuk toleransi antarumat beragama. Pada momentum Nyepi ini, juga bertepatan dengan bulan Ramadan yang diharapkan bisa menambah keharmonisan dan toleransi antarsesama.

"Jogja terkenal city of tolerance dan kita menjunjung tinggi hal tersebut, agar semakin memajukan Kota Jogja di semua sektor, termasuk sektor pariwisata," jelasnya.

Dikatakan, karena bertepatan dengan momentum long weekend, adanya ornamen Nyepi dan awal puasa itu juga diharapkan bisa mendongkrak kunjungan wisatawan ke Jogjakarta. "Ada long weekend, diharapkan tentu ada peningkatan kunjungan wisatawan ke Jogja," harapnya.

Sementara itu, Ketua PHDI DIJ I Nyoman Warta mengapresiasi antusiasme warga Hindu di Jogjakarta, termasuk para mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Mahasiswa Hindu Dharma (KMHD). Ini karena sudah mau terlibat secara aktif dalam agenda yang dilangsungkan.

"KMHD di Jogjakarta setiap tahun antusias membuat ogoh-ogoh. Untuk acara ini kita hadirkan tiga ogoh-ogoh dan satu gunungan," bebernya.

Nyoman sendiri mengaku sudah bertahun-tahun umat Hindu diterima baik di Jogjakarta dan secara umum juga cukup aktif dalam melakukan berbagai acara keagamaan. "Kami diterima baik dan terlibat di banyak agenda. Pada 2015 kami pernah pawai di Jalan Malioboro. Selain itu pesta seni kita juga terlibat," ujarnya.

Ia mencanangkan kolaborasi baik yang telah dijalin itu bisa terus dijaga dan diteruskan ke depannya. "Kami berterimakasih kepada Dinas Pariwisata Kota Jogja dan Pemprov DIJ karena kolaborasi yang dijalin dengan luar biasa," tambahnya.

Salah seorang peserta pawai Ari Candra berujar, ia sudah dua tahun mengikuti gelaran pawai gunungan dan ogoh-ogoh menyambut Hari Raya Nyepi di Jogja. Ia sendiri mengapresiasi masyarakat Jogjakarta yang telah menyambut baik dan menunjukkan toleransi tinggi.

"Saya senang karena di sini toleransinya terjaga dan bisa melakukan perayaan agama kami," tutur mahasiswi pendidikan guru bahasa Inggris UNY itu.

Candra menambahkan, dengan adanya KMHD di Jogjakarta menambah solidaritas dan kebersamaan antarmahasiswa Hindu yang berkuliah di kota pelajar ini. "Untuk acara ini ada kolaborasi KMHD dari beberapa universitas seperti UNY, UGM, dan Sanata Dharma," tandasnya. (iza/laz)

 

Editor : Satria Pradika
#ogoh-ogoh #City Of Tolerance #nyepi #Jogja