JOGJA - Dinas Koperasi dan UKM DIY menargetkan pembangunan Teras Malioboro 2 dimulai pada 2024 ini.
Sebanyak 1.041 pedagang akan dipindah tempatkan di Teras Malioboro yang baru pada 2025 mendatang.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Sri Nurkyatsiwie mengatakan, pada tahun 2023 lalu telah melakukan pembelian atau pembebasan tanah.
Lahan yang dibeli itu nantinya untuk pembangunan teras malioboro yang baru.
"Nanti ada pengembangan di samping Teras Malioboro 1 kurang lebih ada dua ribu meter (persegi). Lalu di belakang ramayana ada sekitar tiga ribu meter (persegi)," katanya Kamis (29/2).
Siwi menjelaskan lahan yang tersebar di dua titik itu untuk menampung sebanyak 1.041 pedagang yang sebelumnya menempati teras malioboro sementara di lahan kawasan kantor DPRD DIY.
"Dan prosesnya sekarang kita berproses, di tahun 2024 ini kita melakukan pembangunan harapannya nanti lancar dan bisa dimanfaatkan seperti apa yang kemarin ada dikegamangan, ya," ujarnya.
Pun pihaknya akan terus mendampingi 1.041 pedagang itu agar naik kelas. Sehingga produknya pun diminati wisatawan.
"Nanti nggak ada yang namanya teras malioboro satu atau teras malioboro dua. Ini menjadi teras malioboro," jelasnya.
Dinas Koperasi dan UKM DIY akan bersinergi dengan pemerintah kota Jogja. Sehingga targetnya pedagang bisa menempati gedung yang permanen pada 2025 mendatang.
Sebab jangka waktu 2025-2026 akan mulai dilakukan pembenahan untuk persiapan pembangunan Jogja Planning Gallery (JPG) di kawasan Kantor DPRD DIY dan bangunan sementara teras malioboro 2.
Hal itu sesuai dengan yang sudah diplaning Pemprov DIY.
"Sejak 2015 itu akan dipakai untuk kawasan JPG . Di sana memang sifatnya sementara maka sekarang kita dari dinas koperasi sejak tahun kemarin sudah melalui persiapan-persiapan," terangnya.
Ketua Umum Tri Dharma Arif Usman mengharapkan kesejahteraan lebih meningkat paska relokasi ke Teras Malioboro yang baru.
Meski selama ini dalam prosesnga mengklaim tak pernah dilibatkan.
"Kita minta proses DED ke depan kita dilibatkan karena kita yang akan menempati, kalau kita tidak dilibatkan kan sama saja kita hanya sekadar ditempatkan tapi tidak diperhatikan kesejahteraan kita kedepanya," tandasnya. (wia)
Editor : Amin Surachmad