RADAR JOGJA - Menyusul tingginya harga beras belakangan, Pemkot Jogja melalui Perum Bulog menggelontorkan beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP). Beberapa pasar di Kota Jogja seperti Pasar Beringharjo, Kranggan, Demangan, Prawirotaman, Sentul, dan Serangan diberikan pasokan setiap seminggu sekali oleh Pemkot Jogja.
"Sekarang ini kan memang penugasan Bulog untuk penyaluran beras SPHP sebagai penyeimbang harga beras yang naik terus," ujar Kepala Bidang Ketersediaan Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Disperindag Kota Jogja Sri Riswanti Jumat (23/2).
Dengan adanya beras itu, kebutuhan akan beras di masyarakat diharapkan dapat terbantu dan terjangkau. Selain itu masyarakat yang biasa membeli beras dengan kualitas premium juga bisa mencampur beras SPHP sebagai solusi di kala harga beras naik.
"Karena harganya naik, masyarakat kan bisa nge-mix beras premium dengan SPHP. Kualitas beras SPHP juga cukup pulen dan enak," tuturnya.
Terdapat enam lokasi pasar yang dipilih sebagai lokasi pendistribusian beras SPHP yang dilakukan Pemkot Jogja setiap seminggu sekali. "Kuota per minggu dipasok 10 ton untuk SPHP yang harganya Rp 54.500 untu 5 kg, sehingga itu cukup," tandasnya.
Diketahui, penopang neraca ketersediaan khususnya beras di Kota Jogja adalah dari Perum Bulog. Hal itu karena secara regional lokasinya berada di kota. "Kemudian juga ada dari kabupaten kanan atau kiri, contohnya Bantul, Sleman bahkan dari Klaten dan Boyolali," jelasnya.
Dalam hal ini, Bulog diposisikan sebagai buffer stok pangan, khususnya beras yang melakukan back up sesuai penugasan. Menurutnya, beras SPHP sudah diintervensi dengan subsidi sehingga harganya relatif murah.
Sementara itu, salah seorang penjaga Kios Segoro Amarto di Pasar Beringharjo yang tidak mau disebutkan namanya menyampaikan, beras khusus SPHP di kios itu hanya dijual untuk masyarakat. Artinya, beras itu tidak boleh diperjualbelikan kepada penjual. "Kami ada batasan pembelian. Satu orang hanya boleh membeli satu pack beras SPHP kemasan 5 kg," ujarnya.
Di kios itu beras SPHP langsung disuplai oleh Bulog. Ia mengaku sebelumnya peminat beras SPHP sedikit. "Mungkin karena beras mahal, jadi banyak peminatnya. Bahkan sebelum toko buka, mereka rela mengantri belakangan ini," tuturnya.
Untuk menjaga stabilitas harga beras, di Kios Segoro Amarto Pasar Beringharjo beras SPHP juga diberikan kuota per hari. Setiap harinya kios itu hanya menyediakan 100 kg beras. "Kami buka pukul 06.00-12.00, hari Minggu dan tanggal merah libur," tandasnya. (oso/laz)