JOGJA - Ratusan difable mengikuti acara Diskusi Sunyi dengan tema Memuliakan Garuda Tanpa Banyak Bicara di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara, Kota Jogja.
Acara tersebut bertujuan untuk mengenalkan lambang negara yaitu Garuda kepada para Difable yang dinilai belum mengenal secara lebih dalam.
Uniknya, diskusi sunyi tersebut diselenggarakan dengan cara silent sistem menggunakan earphone dan bahasa isyarat, bahkan pengisi acara yaitu Gandana Band menggunakan alat musik dari alat bantu difable yang dibuat sedemikian rupa.
"Diskusi sunyi karena pesertanya kebanyakan tunanetra, bisu dan tuli. Sekalian memberi warna lain di tahun politik yang berisik dengan Pemilu ini," ujar Sekretaris Persatuan Seniman Komedi Indonesia (Paski) DIY, Eko Bebek, Kamis (8/2/2024).
Dalam diskusi tersebut, Nanang juga mempraktikkan penggunaan Garuda Braile tersebut kepada Difable tuna netra.
"Jadi mereka meraba Garuda braile tersebut dan kita menjelaskan bentuk kepala, sayap lambang dan sebagainya," tuturnya.
Baca Juga: Jawa Pos - Radar Jogja, edisi Jumat, 09 Februari 2024
Setelah melakukan praktik tersebut, para tuna netra diminta untuk menceritakan ulang penggambaran Garuda.
Akhirnya, mereka bisa secara detail menceritakan bagaimana bentuk lambang negara yaitu Garuda Pancasila.
"Mereka hanya memerlukan waktu 10 menit dalam meraba Garuda braile," jelasnya.
"Jadi menjelang pemilu, mereka diminta suaranya tetapi mereka tidak diberi hak pengetahuan atas lambang negara kita yaitu Garuda Pancasila," imbuhnya.