JOGJA - Tragedi kecelakaan maut bus pariwisata yang terguling di jalur Bukit Bego Imogiri Bantul menjadi rentetan daftar bus berdimensi besar yang kecelakaan dijalur wisata ekstrem di wilayah Jogjakarta.
Dinas Perhubungan (Dishub) DIY mengklaim kelayakan bus menjadi penting sebelum dibawa bepergian.
Maka, transportasi darat seperti bus priwisata dituntut mampu memberikan perawatan salah satunya uji kelayakan atau uji kir.
Plh Kepala Dinas Perhubungan DIY Sumariyoto mengatakan, sejatinya imbauan selalu disampaikan kepada operator bus untuk selalu memperhatikan standar kelayakan kendaraannya.
Terutama, sebelum bepergian untuk berwisata ke suatu daerah.
"Kami selalu menghimbau kita sampaikan tidak hanya pada saat long weekend, terutama pada pelaku transportasinya ya. Untuk selalu memperhatikan kelayakan kendaraannya," katanya kepada Radar Jogja Kamis (8/2).
Oyot sapaan akrabnya itu menjelaskan, kelayakan kendaraan terutama bus pariwisata ini menjadi penting sebab membawa angkutan penumpang yang tak sedikit jumlahnya.
Terlebih, pengujian kelayakan atau uji kir tanpa dipungut biaya atau gratis.
"Maka sudah dipastikan mereka yang nggak mau uji itu bukan karena keberatan bayarnya. Karena memang kendaraannya potensi tidak lulus gitu," ujarnya.
Dia juga menghimbau kepada masyarakat saat instansi ini melakukan edukasi, sebab himbauan kepada operator bus tak berhasil diindahkan maka penumpang pun turut mendapat sosialisasi.
Hal ini bertujuan, agar penumpang juga memahami ketika hendak memilih bus pariwisata tang resmi. Tidak hanya sekedar mencari yang murah saja.
"Kan kalau dari operator pada susah ya kami beritahukan kepada penumpangnya. Kalau bus ini tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah. Sehingga penumpang yang ngamuk pada operatornya," jelasnya dengan menceritakan contoh kasus.
Pun masyarakat awam disebut bisa memilih atau memetakan bus pariwisata yang resmi dan telah lolos uji kelayakan melalui aplikasi Mitra Darat yang dibangun oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI.
"Kalau masyarakat mau lebih jeli dalam memilih armada, sudah ada di aplikasi Mitra Darat. Disitu semuanya sudah terdeteksi ya bus-bus mana saja yang masuk diperizinan. Itu menginformasikan semuanya termasuk kendaraan-kendaraan yang wajib uji itu juga ada disitu, cuman masalahnya masyarakat cari yang murah," bebernya. (wia)
Editor : Amin Surachmad