Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Antisipasi Perceraian Pengantin Baru Karena Faktor Ekonomi, Program KUA Moderat Diterbitkan

Agung Dwi Prakoso • Kamis, 1 Februari 2024 | 03:07 WIB
ISTIMEWA : Kepala KUA Gedongtengen, Noerohini dalam giat launching  Program KUA Moderat
ISTIMEWA : Kepala KUA Gedongtengen, Noerohini dalam giat launching Program KUA Moderat

Jogja - Temanten anyar di Kota Jogja sekarang bisa mendapatkan pendampingan wirausaha secara gratis. Pendampingan tersebut bagian dari Program Penumbuhan Wirausaha Baru yang diinisiasi oleh KUA Gedongtengen lewat program KUA Moderat (Model Pemberdayaan Ekonomi Umat) hasil sinergitas Kementerian Agama dengan Dinas Perindustrian Koperasi UKM Kota Jogja dan segenap stakeholder terkait.

Umumnya Calon pengantin biasanya akan diberi pembekalan pra nikah dan dikumpulkan di KUA. Materi pembekalan tersebut biasanya bersifat rohani atau tentang pernikahan pada umumnya.

Baca Juga: Sempat Mengalami Penghalangan di Beberapa Lokasi, Bawaslu Kota Jogja Menertibkan APK Sejumlah 2.792 Selama Bulan Januari 2024

"Misalnya kesehatan reproduksi, pengalaman agama dan kewajiban suami beserta istri yang sifatnya normatif," ujar Kepala Dinas Perindustrian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Jogja, Tri Karyadi Riyanto Raharjo, Rabu (31/01/2024).

Dari data, rata-rata pasangan pengantin baru banyak yang belum mempunyai penghasilan yang tetap. Sehingga konflik pasangan muda kebanyakan terjadi karena masalah ekonomi.

Baca Juga: Tak Terima Cinta Diputus, Seorang Pria Rudapaksa dan Aniaya Mantannya

"Perlunya adanya penguatan ekonomi, jadi para pengantin baru yang mempunyai pekerjaan atau penghasilan tetap didorong untuk menjadi seorang wirausaha," jelasnya.

Dalam mewujudkan tujuan tersebut, Kementrian Agama menggandeng OPD terkait dan melahirkan program Model Pemberdayaan Ekonomi Umat (Moderat) . Pastinya ketika berbicara kewirausahaan dan UMKM mereka akan menggandeng Dinas Perindustrian Koperasi UKM.

Baca Juga: Lagi Atur Lalin, Tuna Wicara di Bantul Dianiaya Menggunakan Helm, Ada yang Keluarkan Pistol Mainan

"Kami bergandengan tangan untuk memberikan pembekalan kepada mereka dan kita didik menjadi seorang wirausaha baru," bebernya.

Kebetulan di Dinas Perindustrian Koperasi UKM Kota Jogja ada program penumbuhan wirausaha baru. Terdapat dua sisi dalam program tersebut.

"Jika pengantin baru berusia 18-28 tahun akan kami masukan dalam program penumbuhan wirausaha baru yang bernama Home Business Camp (HBC,)," tandasnya.

Baca Juga: Jalani Ritual Penggandaan Uang, Warga Piyungan Bantul Rugi Rp 432 Juta

Seandainya pengantin baru tersebut berusia diatas 28 tahun mereka akan dimasukan dalam program Sarang Mitra Usaha. Alurnya saat di KUA akan dijelaskan secara permukaan, dan nantinya tindak lanjutnya akan diteruskan di Dinas Perindustrian Koperasi UKM Kota Jogja.

"Semua program terkait itu sudah kami siap kan materi-materinya," ujarnya.

Baca Juga: Rusun Asrama Mahasiswa Diresmikan, Poltekkes Kemenkes DIY Siap Serap Mahasiswa Dalam dan Luar Negeri

Goals dari diadakanya program tersebut adalah permasalahan ekonomi pengantin baru dapat terpecahkan yaitu meminimalisir angka perceraian. Upaya selanjutnya yang dilakukan dalam program tersebut adalah memberikan solusi terkait masalah permodalan.

"Jadi tugas kami bukan memberi modal, tetapi kami akan mengoneksikan kepada sumber permodalan baik perbankan maupun bukan perbankan yang pastinya syariah," ujarnya.

Baca Juga: Unik, Guru di Sekolah Ini Mencari Anak Didik Berhati Baik, Kalau Ketemu Diberi Piagam Penghargaan

Dalam melakukan kerjasama tersebut, Dinas Perindustrian Koperasi UKM Kota Jogja juga menggandeng pihak Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Jogja. Salah satu program kerjanya adalah memberikan penguatan permodalan masyarakat Kota Jogja yang membutuhkan.

"Sehingga kemarin BAZNAS secara simbolis juga melakukan pemberian penguatan permodalan senilai Rp 5 juta pada pelaku usaha di Gedongtengen," jelasnya.

Baca Juga: Pelajar Zaman Now Tidak Hanya Sibuk Belajar, Tapi Juga Mulai Persiapan Career Planning

Sementara itu, Kepala KUA Gedongtengen, Neorohini beberapa waktu lalu menyampaikan sejak tahun 2023, program tersebut telah diterapkan oleh KUA Gedongtengen. Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga menjelaskan mekanisme untuk ikut dalam program KUA Moderat.

"Mekanismenya, dari awal mendaftar, calon manten sudah kita seleksi, untuk melihat minat, sekaligus potensi wirausahanya," jelasnya.

Baca Juga: DLHK DIY Kerahkan Armada Sikapi Luapan Sampah saat Musim Hujan, Ini Hanya Kebijakan Insidental

Seleksi penerimaan berkas pendaftaran calon pengantin yang ingin membuka usaha tersebut dilakukan di 14 Kemantren di Kota Jogja. Setelah terseleksi, data tersebut kemudian dilimpahkan ke KUA Gedongtengen yang dijadikan pusat program.

"Bimbingan perkawinannya dikolaborasikan dengan materi-materi kewirausahaan. Makanya, harus diseleksi, untuk melihat kesungguhannya," urainya.

Baca Juga: Lebih dari Setahun Rusak, Jembatan Pucung Growong di Bantul Belum Akan Diperbaiki Tahun Ini

KUA Gedongtengen juga akan menjembatani pengantin baru teesebur untuk mendapatkan akses bantuan modal dari bank atau pemerintah. Dalam menjalankan program KUA Moderat ini, beberapa stakeholder sudah dilibatkam agar bisa memberikan dukungan penuh.

"Mulai dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), perbankan syariah, Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Yogya, hingga tokoh-tokoh masyarakat yang telah sukses merintis wirausahanya," tandasnya.

Baca Juga: Terbagi 13.200 Paket, Pemkab Bantul Anggarkan Rp 1,19 Triliun untuk Pengadaan Barang dan Jasa

Lingkaran diskusi kelompok juga akan diadakan sebagai wadah berbagi pengalan. Hal tersebut dengan tujuan untuk terciptanya relasi untuk memperluas pasar. (oso)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kota Jogja #temanten #perceraian