Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kampanye Lewat Media Sosial Lebih Gencar, Parpol Menyadari Besarnya Potensi Pemilih Baru di Pemilu 2024

Fahmi Fahriza • Minggu, 14 Januari 2024 | 03:30 WIB

 

 

Personel Satpol PP Kota Jogja menertibkan alat peraga kampanye yang melanggar regulasi pemasangan, di Jalan Tentara Rakyat Mataram, Kota Jogja, Jumat (05/01/2024).
Personel Satpol PP Kota Jogja menertibkan alat peraga kampanye yang melanggar regulasi pemasangan, di Jalan Tentara Rakyat Mataram, Kota Jogja, Jumat (05/01/2024).

 

JOGJA – Hanya kurang dari sebulan lagi Pemilu 2024 akan dilaksanakan. Tepatnya 14 Februari mendatang. Secara umum masa kampanye pada pemilu kali ini terhitung cukup singkat secara timeline pelaksanaan.

 

Dosen Politik, Demokrasi, dan Masyarakat Sipil Departemen Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Datu Jatmiko menyebut, memang ada perbedaan yang cukup signifikan antara pemilu kali ini dibandingkan dengan Pemilu 2019 lalu. Selain masa kampanye yang memang lebih singkat, pemanfaatan media sosial untuk kebutuhan kampanye di Pemilu 2024 juga jauh lebih gencar dan masif.

Menurut Datu, kampanye melalui sosial media memang jadi salah satu langkah yang bisa dilakukan secara lebih cepat dan mudah. Apalagi untuk meningkatkan awareness di sektor pemilih baru.Selain itu juga banyak sekali pemilih baru. Demografi pemilih dari generasi muda juga sangat banyak.”Lebih dari 50 persen," katanya, kemarin (13/1).

Banyaknya demografi pemilih baru tersebut tidak serta merta memiliki konteks yang sepenuhnya positif. Karena banyak dari mereka masih memiliki preferensi politik yang minim serta mudah terbuai dengan kampanye gimmick yang tidak substansial."Banyak yang kemakan gimmick kampanye, banyak yang suka dengan hal seperti itu,’’ sebutnya.

Kendati demikian, Datu juga tidak heran hal tersebut bisa terjadi. Karena secara umum konsumsi mereka terhadap konten-konten di sosial media juga sangat tinggi. Hal tersebut juga dengan lihai dimanfaatkan oleh partai politik untuk menggaet suara dan awareness di kalangan generasi muda. "Parpol juga sadar memilih sosmed untuk kampanye, lewat konten atau menggandeng buzzer dalam kampanye mereka," tuturnya.

Datu berharap, masa pemilu yang hanya menyisakan satu bulan lagi harus benar-benar dioptimalkan bagi para pemilih untuk bisa menentukan pilihan dengan preferensi dan subtansi politik yang jelas.Harapannya tentu tidak menjadi golput.”Tetapi juga jangan asal pilih, preferensinya kalau bisa jelas," tandasnya. (iza/din).

Editor : Din Miftahudin
#pemilih pemula #pemilu 2024