JOGJA - Raja Keraton Jogja Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Adipati Kadipaten Pakualaman Paku Alam VIII sering disebut sebagai dwi tunggal.
Mereka selalu melangkah bersama dalam hal perjuangan untuk Republik Indonesia.
Hamengku Buwono IX dan Paku Alam VIII pun dekat dengan para pemimpin bangsa ketika kemerdekaan. Termasuk, dengan Presiden Ir Soekarno.
Ada hal istimewa terkait kedekatan Paku Alam VIII dengan Presiden Soekarno.
Paku Alam VIII mengirimkan ucapan selamat ulang tahun secara khusus kepada Bung Karno.
Dalam selembar kertas dengan kop Pura Pakualaman itu tertulis ditujukan kepada P.J.M. Ir Soekarno, Presiden Negara Republik Indonesia.
P.J.M merupakan akronim dari Pasukan Jang Mulia.
Ucapan dari Paku Alam VIII tersebut tertanggal 6 Juni 1947. Ucapan untuk ulang tahun yang ke-46 Sang Proklamator. Di nama, dia lahir pada 6 Juni 1901.
Saat itu, Soekarno sedang berada di Jogjakarta.
Berikut isi surat ucapan dari Paku Alam VIII untuk Presiden Soekarno.
"... bertepatan dengan hari Maulid P.J.M., genap oesia 46 tahoen, kami djogja atas nama keloearga kami, menyampaikan selamat bahagia."
"Moedah-moedahan Toehan jang Maha Esa selaloe melimpahkan Rahmatnja kepada P.J.M., sekeloearga."
Di akhir ucapan tersebut, Paku Alam VIII membunuhkan tanda tangannya. Persis di bawah tulisan namanya: Kandjeng Goesti Pangeran Ario.
Editor : Amin Surachmad