JOGJA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY memperkirakan ada 199 kawasan blank spot atau tidak adanya jaringan internet dan berpotensi jadi persoalan saat rekapitulasi suara.
Padahal, ada sistem yang digunakan dalam proses pemungutan dan rekapitulasi surat suara pada Pemilu 2024. Antisipasi dan mitigasi pun dilakukan dengan berkoordinasi bersama Kominfo.
Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU DIY Moh Zaenuri Ikhsan mengatakan, untuk mengatasi masalah tersebut KPU berkoordinasi dengan Kominfo.
Hal ini agar masyarakat bisa menggunakan hak pilihnya dalam pemilu mendatang.
"Koordinasi ini untuk menambah infrastruktur jaringan internet operator, termasuk WIFI gratis selama pemilu nanti," katanya Selasa (12/12).
Zaenuri menjelaskan pada penyelenggaraan Pemilu 2024 mendatang KPU akan menerapkan penghitungan suara secara online melalui aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap), baik untuk pilpres maupun pilkada.
Namun, di DIY masih ada 199 kawasan blank spot atau tidak ada jaringan internet. Aplikasi Sirekap ini pernah digunakan pada Pemilu 2019 lalu saat pemilihan kepala daerah (pilkada).
"Dan dalam pemilu 2024 mendatang akan diberlakukan penuh meski saat ini masih perlu disiapkan jaringan operator di daerah blank spot, terutama di Gunungkidul," ujarnya.
Dia merinci kawasan blank spot terbanyak berada di Gunungkidul mencapai 177 titik. Sedangkan di Kulon Progo ada 17 titik.
Sementara di Sleman, masih ada dua kawasan blank spot sehingga Tempat Pemungutan Suara (TPS) dipindah lokasinya. Sedangkan di Bantul ada tiga titik kawasan blank spot.
"Hanya Kota Jogja yang saat ini tidak ada kawasan blank spot," jelasnya.
Adapun opsi lain untuk mengatasi masalah blank spot dalam pengiriman hasil surat suara melalui aplikasi Sirekap, petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pun diminta mengambil foto atau gambar hasil pemungutan suara di masing-masing TPS.
"Kalau bukti foto mereka nanti bisa mengupload hasil rekap itu melalui aplikasi setelah ada sinyal," imbuhnya. (wia)
Editor : Amin Surachmad