Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Manfaatkan Limbah, Pangeran Edward Terkesan Karya Dosen UKDW di Museum Macan.

Wulan Yanuarwati • Senin, 4 Desember 2023 | 21:06 WIB
Pangeran Edward yang sedang melihat karya Dosen UKDW Jogja, Christmastuti Nur. (Wulan Yanuarwati/Radar Jogja)
Pangeran Edward yang sedang melihat karya Dosen UKDW Jogja, Christmastuti Nur. (Wulan Yanuarwati/Radar Jogja)

RADAR JOGJA - The Duke Edinburgh Prince Edward dari Kerajaan Inggris terkesan dengan karya kolaborasi yang dibuat  dosen Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Jogja bernama Christmastuti Nur, belum lama ini. Karya kolaborasi dengan UK Designer Rebecca Wilson dipamerkan di Museum Modern and Contemporary Art in Nusantara (Macan) Jakarta.

"Dalam kunjungan tersebut, HRH Prince Edward sangat terkesan karena di balik project kami terselip kampanye untuk membangun kesadaran mengolah sampah atau limbah dimulai dari sekitar kita," ujar dosen Desain Produk (Despro) UKDW Jogja itu kepada Radar Jogja, Senin (4/11/2023).

"Inisiatif ini juga menyadarkan bahwa bahan-bahan sisa pun memiliki nilai potensial untuk dikembangkan menjadi suatu produk bernilai jual tinggi," lanjut dosen yang akrab disapa Christmast ini.

Baca Juga: UKDW Ajak 10 Robot Berinteraksi dengan Manusia

Kehadiran Pangeran Edward di Museum Macan merupakan salah satu kegiatan dari rangkaian tur di kawasan Pasifik. Pangeran Edward mengunjungi pameran bertajuk ‘AlterMatter’ yang diselenggarakan oleh British Council Indonesia bersama dengan CAST Foundation, Playo, dan Applied Arts Scotland  pada Sabtu, (25/11/2023).

"Beliau juga sangat mengapresiasi upaya kami, ada empat tim, dalam mengolah sampah dan limbah. Karena berkaitan dengan isu global terkini yaitu keberlanjutan lingkungan (sustainability) dan perubahan iklim (climate change)," jelasnya.

Program tersebut diketahui sudah berlangsung sejak bulan Mei-Juni 2023 untuk tahap ideation secara online. Kemudian, pada Oktober 2023 di Bandung untuk tahap prototyping.

Baca Juga: Blackpink Mendapat Gelar Kehormatan Sebagai Member Most Excellent Order Of The British Empire (MBE) Oleh Raja Charles III, dari Kerajaan Inggris

"Saya berkesempatan untuk kolaborasi dengan Rebecca Wilson dari UK, ahli keramik dan seorang desainer perhiasan," ujarnya.

Project kolaborasi itu sangat unik dan menarik. Kedua desainer mengangkat project kolaborasi bernama The Twenty-Minute Neighbourhood. Yakni sebuah undangan untuk para desainer, seniman, craft makers, dan siapa sana untuk memanfaatkan bahan-bahan yang tidak berguna untuk dijadikan produk yang indah.

"Apa pun di sekitar kita yang bisa kita tempuh dengan berjalan kaki sejauh 20 menit, menjadi produk yang bernilai guna," tambahnya.

Baca Juga: Ajak Sepuluh Robot Berinteraksi dengan Manusia, UKDW Jogja Sukses Gelar RoboPark

Sementara itu, karya yang dipamerkan dan langsung mendapat decak kagum anak keempat Ratu Elizabeth II ini adalah  set of statement jewellery. Karya itu terbuat dari sampah kulit telur yang dikumpulkan dari pedagang lokal di sekitar.

Dalam pembuatannya, para designer juga memanfaatkan potongan sisa perak dari studio perhiasan, serta wadah biskuit bekas sebagai cetakan.

"Desain perhiasan yang kami pamerkan di Museum Macan  terinspirasi dari perhiasan tradisional suku Batak. Rencana selanjutnya, kami akan mengembangkannya dengan inspirasi dari perhiasan tradisional lokal di Indonesia dan di UK," jelasnya. (lan/laz)

Editor : Aryanda Ahmad
#UKDW #kerajaan inggris #Jogja