RADAR JOGJA - Sebagai daerah tujuan wisata Kabupaten Sleman diprediksi bakal kebanjiran wisatawan di penghujung 2023 ini. Terutama menyambut liburan Hari Raya Natal dan pergantian tahun 2023-2024.
Terkait hal itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Sleman Nurhidayat AMd mengingatkan seluruh stakeholder yang bergerak pada sektor pariwisata untuk menangkap peluang tersebut. "Kita harus tanggap. Kehadiran wisatawan itu potensi besar untuk meraup pendapatan daerah," ungkapnya kemarin (27/11).
Potensi tersebut, lanjut Dayat, sapaan akrabnya, tidak bisa asal ditangkap begitu saja. Tapi harus diimbangi dengan pelayanan terbaik. Untuk menyambut para wisatawan. Agar mereka tidak berubah pikiran saat sudah ada niat berkunjung ke Kabupaten Sleman.
Promosi wisata yang sudah digeber melalui media massa maupun media sosial harus sesuai kenyataan. Jangan hanya tampak menarik di konten iklan, tapi kenyataan sebaliknya. "Layanan harus prima. Sarana dan prasarana destinasi wisata yang tidak layak ya dibenahi mulai sekarang," tutur politikus Partai Amanat Nasional asal Padukuhan Kramen, Tamanmartani, Kalasan.
Dayat mengungkapkan, Kabupaten Sleman memiliki kekayaan luar biasa ihwal pariwisata. Baik destinasi wisata alam maupun buatan manusia. Hampir sebagian besar destinasi wisata saat ini dikemas dengan banyak spot foto. Supaya Instagramable.
Biasanya, lokasi destinasi-destinasi wisata Instagramable ini justru jauh jauh dari perkotaan. Mayoritas berada di kawasan perbukitan. Karena dari situ akan disuguhkan panorama alam yang sangat fantastis sebagai latar belakang foto. Maka dari itu, penting bagi pemerintah daerah maupun pelaku usaha jasa pariwisata untuk menyediakan akses yang mudah bagi wisatawan. Terutama akses jalan. Ini bukan hanya demi kelancaran wisatawan menuju destinasi wisata. Lebih dari itu demi keamanan mereka saat berkendara di rute jalan arah tujuan. Jalan rusak harus segera diperbaiki. Selain itu, jalanan di atas tebing perlu dipasang pembatas dan papan peringatan. "Masih banyak destinasi wisata yang akses menuju lokasi itu medannya sulit. Naik turun dan berkelok-kelok. Ini butuh pengamanan ekstra," ingatnya.
Sesampai di destinasi wisata, sambutlah wisatawan dengan senyuman keramahtamahan. Layani mereka secara maksimal. Agar "perjuangan" wisatawan menuju destinasi tidak sisa-sia. Tapi sebaliknya. Layanan dan keunggulan destinasi wisata harus bisa menjadi "obat" atas "perjuangan" wisatawan setelah menempuh perjalanan panjang.
Dayat mengatakan, layanan prima di destinasi wisata juga harus ditunjukkan dengan penyediaan fasilitas umum yang layak dan memadai. Terutama sarana ibadah dan toilet. Harus bersih dan representatif. "Fasilitas umum ini menjadi bagian dari layanan kenyamanan bagi wisatawan," jelasnya.(*/yog)
Editor : Satria Pradika