Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kasus Stunting DIY 2022 Turun, BKKBN Optimistis Target 14 persen di 2024 Tercapai

Winda Atika Ira Puspita • Jumat, 17 November 2023 | 23:43 WIB
OPTIMISTIS: Kepala Perwakilan BKKBN DIY Andi Ritamariani. (Winda A.I. Puspita/Radar Jogja)
OPTIMISTIS: Kepala Perwakilan BKKBN DIY Andi Ritamariani. (Winda A.I. Puspita/Radar Jogja)

RADAR JOGJA - Angka prevalensi stunting di DIY berada di posisi lima terendah tahun 2022 yakni 16,4 persen. Jumlah ini menurun dari 17,3 persen di tahun 2021.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DIY tinggal mengejar 2,4 persen lagi untuk menurunkan angka stunting menjadi 14 persen sesuai target nasional 2024 mendatang.

Kepala Perwakilan BKKBN DIY Andi Ritamariani mengatakan, komitmen Pemprov DIY sangat penting mulai dari kebijakan diimplementasikan di lima kabupaten/kota.

Dan semua pimpinan daerah men-support program yang digalakkan. Sehingga, tinggal sedikit lagi mengejar target nasional.

"Dari lima daerah di DIY paling rendah di Kota Yogyakarta. Paling tinggi (stuntingnya) adalah Gunungkidul," katanya Jumat (17/11).

Andi merinci angka prevalensi stunting paling rendah di DIY didukui oleh Kota Jogja yaitu sebesar 13,8 persen tahun 2022. Angka ini diklaim melebihi target nasional tahun 2024 yakni 14 persen.

Sedangkan, kasus stunting tertinggi ada di Gunungkidul dengan angka 20 persen lebih. "Tetapi mudah-mudahan tahun ini bisa turun," terangnya.

Adapun, faktor penyumbang kasus stunting beragam mulai dari ibu hamil yang sakit, infeksi berulang pada ibu hamil, asupan gizi, akses sanitasi dan air bersih, terpapar asap rokok dan perkawinan usia anak.

"Nutrisi yang seharusnya untuk pertumbuhan anak tapi karena hamil jadi diserap janin. Angka perceraian juga tinggi," bebernya.

Selain itu, rendahnya akses terhadap makanan bergizi, rendahnya asupan vitamin dan mineral, dan buruknya keragaman pangan dan sumber protein hewani.

"Ini juga menjadi salah satu faktor yang sangat mempengaruhi pertumbuhan anak," tambahnya.

Baca Juga: Kuatkan Produktivitas Konsumsi Ikan Untuk Tekan Stunting

Menurutnya, langkah untuk menurunkan stunting di DIY membutuhkan kolaborasi lintas sektor mulai dari pemerintah, akademisi, perusahaan swasta hingga media massa.

Dengan begitu, pihaknya optimistis angka stunting di wilayahnya bisa turun mencapai target nasional yaitu 14 persen di 2024.

"Kami tidak bekerja sendiri tapi bekerja dengan semua mitra yaitu ada 17 kementerian," katanya.

Berdasar data BKKBN DIY survei pada 2022 lalu, angka stunting wilayah  DIY berada di angka 16,4 persen atau masuk sebagai salah satu dari lima daerah dengan tingkat stunting terendah.

"Melalui berbagai program percepatan penanggulangan stunting, kami berharap bisa menekan angka kasus dan mencapai target sesuai dengan arahan pusat," imbuhnya. (wia)

Editor : Amin Surachmad
#Stunting #DIY #Prevalensi #BKKBN