JOGJA - Event cosplay atau permainan kostum yang umumnya mengadopsi karakter game maupun film kini makin masif dilangsungkan di berbagai mal maupun ruang publik. Secara umum event cosplay terbukti berhasil menyita antusias masyarakat secara umum.
PIC Malioboro Cosplay Night Purnamasari mengatakan, event cosplay dan jejepangan hingga saat ini semakin banyak penggemarnya, khususnya di Jogja. Hal itu terbukti, salah satunya, dari banyaknya event cosplay yang berlangsung.
"Minggu ini saja ada empat event cosplay dan jejepangan yang berlangsung di Jogja," katanya, Rabu (15/11).
Disebutnya, secara konsep event cosplay saat ini sudah selayaknya fashion show. Kostum dan atribut yang dikenakan para cosplayer secara totalitas.
"Ini mirip fashion show, bedanya yang digunakan para cosplayer bertema karakter anime," sebutnya.
Selain itu, yang menarik dari event cosplay adalah jangkauan penikmat yang sangat variatif mulai dari anak-anak bahkan hingga orang dewasa.
Menyiasati tren dan antusiasme yang tinggi baik dari cosplayer maupun pengunjung umum, Purnamasari selaku penyelenggara juga memanfaatkan momentum tersebut sebagai ajang kompetisi.
"Kami hadirkan kompetisi cosplay memerankan karakter anime, game atau film dan diikuti lebih dari 30 peserta," sambungnya.
Purnamasari menambahkan, dari segi keterlibatan cosplayer juga cukup berimbang antara laki-laki dan perempuan, dan hal tersebut diakuinya jadi salah satu alasan yang membuat banyak orang ingin terlibat.
"Cukup berimbang laki-laki dan perempuan, jadi heterogen dan peminatnya banyak," tuturnya.
Salah seorang penikmat anime, Rizky Hadianto, mengaku senang dengan banyaknya event cosplay yang berlangsung di Jogja secara umum. Diakuinya hal tersebut tidak saja jadi hiburan semata namun juga ada aspek lain yang didapatkan.
"Bisa nambah relasi atau juga bisa transaksi di event kayak gini," lontarnya.
Ia menilai, banyaknya pelajar dan mahasiswa yang datang ke Jogja disebutnya juga menjadi salah satu alasan yang membuat pagelaran cosplay ramai dan masif didatangi pengunjung.
"Memang yang datang usianya beragam, tapi pelajar mahasiswa tetap paling dominan, termasuk saya," tutupnya (iza).
Editor : Amin Surachmad