Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bahaya Penyalahgunaan AI pada Pemilu 2024, Masyarakat Harus Cerdas Cek Kebenaran Informasi 

Winda Atika Ira Puspita • Jumat, 10 November 2023 | 23:17 WIB
 
Pengamat Teknologi Informasi Wing Wahyu Winarno - Winda Atika Ira P / Radar Jogja   
Pengamat Teknologi Informasi Wing Wahyu Winarno - Winda Atika Ira P / Radar Jogja   
 
JOGJA - Penyalahgunaan teknologi AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan buatan berpotensi marak digunakan untuk membuat konten negatif pada gelaran Pemilu serentak 2024.
 
Hal ini dikhawatirkan bisa memicu konflik di masyarakat. 
 
Pengamat teknologi informasi Wing Wahyu Winarno menghimbau masyarakat waspada penyalahgunaan teknologi AI menjelang pemilu. 
 
"Sekarang gampang banget orang mengubah foto, video, mengubah suara orang ini kita sndiri yang sudah biasapun bisa terlena ya. Ini perlu kita khawatirkan bersama ada pihak-pihak yang mudah memperkeruh suasana," katanya di Kompleks Kepatihan Kamis (9/11). 
 
Baca Juga: Bawaslu Sleman Minta Caleg Tidak Susupi Kegiatan Sosialisasi Pemerintah untuk Kampanye
 
Pakar telekomunikasi STIE YKPN Jogjakarta itu menjelaskan masyarakat perlu mendapatkan pengarahan dari pemerintah atau tokoh masyarakat setempat agar tidak mudah terpancing informasi yang belum tentu kebenarannya. 
 
Terlebih dengan berkembangnya AI saat ini, seiring perkembangan teknologi justru digunakan untuk kepentingan negatif yang dapat merugikan pihak tertentu. 
 
"Ini sudah berkembang (AI) sudah mengkhwatirkan. Ya misalnya ada orang nggak ngomong apa bisa diedit pilih capres nomor ini, padahal nggak," ujarnya. 
 
Menurutnya, kecerdasan buatan memiliki potensi besar dalam memengaruhi proses pemilu.
 
Baca Juga: PSIS Semarang Hajar Persita Tangerang 4-0, Gelandang Muda Tri Setiawan Cetak Brace 'Penebus Dosa'
 
Dalam konteks ini, misinformasi yang disebabkan oleh AI dinilai dapat memicu konflik di masyarakat. 
 
Dia menyampaikan bahwa potensi baik dan buruk dari teknologi AI sejalan dengan pesatnya perkembangan teknologi.
 
Oleh karena itu, penting untuk memahami potensi risiko dan dampak dari penggunaan AI dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk Pemilu. 
 
"Diharapkan masyarakat jangan mudah menerima berbagai informasi yang belum tentu benar baik informasi baik dan buruk. Masyarakat harus lebih cerdas. Peran media juga penting untuk membantu pemrintah mendidik masyarakat," jelasnya. 
 
Baca Juga: Kehadiran Keluarga Marisol Membuat Larut  Perasaan Sedih Laki-Laki Paruh Baya Bernama Otto : A Man Called Otto
 
Wing menyebut pemerintah sejatinya sudah membuat upaya yang cukup signifikan dengan menghadirkan situs web atau kanal yang menginformasikan berita atau konten yang diragukan kebenarannya. 
 
Hanya, masyarakat yang saat ini perlu diedukasi agar lebih mengedepankan cek dan verifikasi saat menerima informasi yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. 
 
"Sering kali masyarakat begitu terima berita langsung komentar, jarang ada yang tanya ini benar apa nggak atau cek ke sumber aslinya," tambahnya. (wia)
Editor : Bahana.
#video #kecerdasan #ai #Pemilu