Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Belum Ada Temuan Penyakit Cacar Monyet di DIY, Masyarakat Bergejala Segera Periksa

Winda Atika Ira Puspita • Kamis, 2 November 2023 | 00:37 WIB
PANTAU: Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie. (Winda Atika Ira P/Radar Jogja)
PANTAU: Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie. (Winda Atika Ira P/Radar Jogja)

 

RADAR JOGJA - Kasus cacar monyet alias monkeypox (Mpox) telah menyebar di Indonesia, kasus terkini terkonfirmasi berjumlah 27 kasus di bulan Oktober.

Puluhan kasus terkonfirmasi mayoritas ditemui di wilayah DKI Jakarta dan sisanya tersebar di Bandung, Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang.

Namun, kasus tersebut dipastikan tidak tercatat menyebar di wilayah DIY.

Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie mengatakan, belum ada temuan kasus cacar monyet termasuk suspek penyakit tersebut di wilayah DIY.

"Belum ada laporan belum ada kasus, mudah-mudahan jangan ada laporan," katanya ditemui di Kompleks Kepatihan Rabu (1/11).

Cacar monyet alias monkeypox adalah penyakit infeksi virus yang disebabkan oleh virus langka dari hewan (virus zoonosis). Terjadi karena adanya kontak dengan orang atau hewan yang membawa virus monkeypox.

Virus ini awalnya menular dari hewan ke manusia melalui cakaran atau gigitan hewan seperti tupai, monyet atau tikus yang terinfeksi. Sehingga, penyakit cacar monyet tidak hanya ditularkan melalui udara dan droplet.

"Penularannya tidak seperti virus jadi memang harus ada kontaknya," ujarnya.

Menurutnya, peluang lebih besar terkena cacar monyet adalah kelompok pria penyuka sesama jenis yang melakukan hubungan seks di antara mereka. Hal ini karena adanya kontak pribadi yang dekat.

"Lebih banyak dari yang berhubungan seksual sesama jenis khususnya laki-laki. Nah jadi kalau teorinya itu tidak akan menular seperti virus biasa jadi harus tetap ada hubungan kontak," ujarnya.

Dia pun berharap kasus tersebut jangan sampai masuk maupun menyebar di wilayah DIY. Masyarakat juga diminta waspada terhadap kasus ini dan gejala penyakit cacar monyet yang timbul.

Gejala cacar monyet antara lain muncul sakit kepala, demam, nyeri otot, sakit punggung, asthenia atau kelemahan tubuh, lesi cacar atau benjolan berisi air ataupun nanah pada seluruh tubuh, dan paling penting ada pembengkakan kelenjar getah bening atau limfadenopati.

"Ya, jangan (masuk DIY), kita berharap mereka yang kemudian terkondisi seperti itu segera merapat ke fasyankes. Fasyankes di DIY siap, kita sudah mengedukasi kembali me-refresh lagi teman-teman nakes puskesmas dan rumah sakit," tambahnya. (wia)

Editor : Amin Surachmad
#cacar monyet #monkeypox