Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

AAJI Kembali Gelar Seminar DRiM, Dewan Pengurus: Kepercayaan Publik Meningkat

Khairul Ma'arif • Jumat, 20 Oktober 2023 | 11:54 WIB

 

TANGGUNG JAWAB: Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menggelar Seminar Digital & Risk Management in Insurance (DRiM) di Yogyakarta. (Khairul Ma
TANGGUNG JAWAB: Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menggelar Seminar Digital & Risk Management in Insurance (DRiM) di Yogyakarta. (Khairul Ma

 

SLEMAN - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) kembali menggelar Seminar Digital & Risk Management in Insurance (DRiM) di salah satu hotel di Yogyakarta. Pergelarannya dilangsungkan selama tiga hari dari 18-20 Oktober 2023.

Kegiatan itu dihadiri sebanyak 260 peserta. Mereka terdiri dari direksi, komisaris, dan jajaran manajemen industri asuransi. 

Chairman DRiM Hani Kusumowardhani menyampaikan, seminar ini sudah dilangsungkan sejak 2016. Menurutnya, kegiatan ini dapat membantu perusahaan asuransi jiwa dalam penerapan teknologi digital dan manajemen risiko.

"Mendapatkan insight dari para pembicara tentang gambaran transformasi teknologi di masa depan," ucapnya kepada wartawan Kamis (19/20). 

Dia menambahkan, transformasi itu dapat mengubah perspektif masyarakat dalam melakukan berbagai tindakan. Selain itu, pengaruhnya terhadap pengembangan bisnis asuransi 

 

Sementara itu, Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menyebut industri asuransi jiwa di Indonesia tercatat meningkat signifikan kepercayaan publiknya.

Budi menjelaskan pertumbuhan ini menjadi peluang agar industri asuransi dapat menunjukan konsistensinya kepada penerima asuransi. 

 

Saat ini kinerja industri asuransi jiwa konsisten mencatatkan pertumbuhan yang positif. Hal ini salah satunya tercermin dari terus meningkatnya total polis yang sepanjang periode semester pertama tahun ini mencapai 27,63 juta polis. 

Ukuran dalam penjelasannya, total tertanggung baik perorangan maupun kumpulan. AAJI menghitung penambahannya hingga lebih dari 15 juta menjadi 88,47 juta orang. 

 

Demikian halnya uang pertanggungan yang mencapai Rp 5.198,4 triliun di semester awal tahun ini.

"Hitungan tertanggung yang tumbuh cukup signifikan, dapat diartikan sebagai mulai pulihnya kepercayaan masyarakat kepada industri asuransi. Atas hal tersebut, industri asuransi jiwa semakin memperkuat komitmen untuk bisa membayarkan klaim dan manfaat asuransi kepada para pemegang polis sesuai kontrak," bebernya. 

Budi mengatakan, industri asuransi jiwa turut berkontribusi dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan pasar modal melalui penempatan investasi jangka panjang pada instrumen saham, reksa dana, dan sukuk korporasi total sebesar Rp 297,19 triliun.

Menurutnya, tahun lalu, klaim risiko meninggal dunia mencapai hampir Rp 6 triliun. Sedangkan tahun ini Rp 5,19 triliun. 

 

Hal itu tidak lepas dari kondisi melandainya pandemi Covid-19 sehingga tingkat mortalitas juga turun. Dia menuturkan, manfaat surrender ini adalah ketika sebagian pemegang polis memutuskan untuk tidak melanjutkan pertanggungannya dan mengembalikan polis kepada perusahaan asuransi.

Turunnya surrender ini dipandang hal yang positif karena menunjukkan bahwa rasio jumlah pemegang polis yang memutuskan untuk melanjutkan pertanggungannya semakin meningkat. 

 

Budi menyebut, peningkatan 241,5 persen hasil investasi selama paro pertama 2023 tersebut telah menopang pendapatan industri asuransi jiwa nasional menjadi senilai Rp 107,32 triliun.

Baca Juga: Imbau Berhenti Diskriminasi Penyitas HIV/AIDS

Itu meningkat tipis 1,8 persen dibandingkan sebelumnya sebesar Rp 105,44 triliun pada periode yang sama.

"Harapannya dengan semakin membaiknya perekonomian ini, juga semakin meningkatkan minat masyarakat terhadap industri asuransi jiwa dan mampu mendorong pendapatan premi industri," ujar Budi. (rul)

Editor : Amin Surachmad
#asuransi jiwa #teknologi digital #aaji