Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bolehah Mereka Praktikkan Pelajaran PKn, Jelang Pemilu Siswa Pemilih Pemula Diminta Bijak

Winda Atika Ira Puspita • Kamis, 19 Oktober 2023 | 23:17 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY Didik Wardaya menjelaskan hasil mediasi masalah SMAN 1 Banguntapan, kemarin.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY Didik Wardaya menjelaskan hasil mediasi masalah SMAN 1 Banguntapan, kemarin.

RADAR JOGJA - Menjelang pelaksanaan pesta demokrasi, siswa setingkat menengah atas sebagai pemilih pemula diimbau menggunakan hak pilihnya dengan bijak. Pun turut menjaga kondusivitas Pemilu 2024 dengan tidak terlibat dalam tahapan secara berlebihan.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY Didik Wardaya mengatakan, sekolah sekolah harus memberi edukasi kepada siswanya untuk menjaga kondusivitas selama pelaksanaan Pemilu 2024.

"Bolehlah mereka (menggunakan hak politik) untuk mempraktikkan pelajaran PKn (Pendidikan Kewarganegaraan) sebagai warga negara. Bagaimana ikut menjaga itu aja, supaya kalau pemilih (pemula) tidak terlibat yang sifatnya anu (berlebihan). Artinya, bagaimana menjaga kondusivitas itu," katanya ditemui di Royal Ambarukmo Hotel Kamis (19/10).

Didik menjelaskan sebagai antisipasi agar para siswa tidak terjerumus ikut campur dalam politik praktis, surat edaran dimungkinkan dibuat. Ini sebagai upaya peringatan kepada sekolah-sekolah agar turut mengawasi siswa sisiwinya.

"Ya nanti kita diskusikan dengan teman-teman apakah nanti berwujud edaran atau cukup pada masing-masing sekolah memberi edukasi," ujarnya.

Menurutnya, masing-masing anak atau siswa harus bijak dalam mempertimbangkan asas manfaat dalam mensikapi kegiatan-kegiatan seperti aktivitas kampanye yang sarat dengan nuansa mobilisasi massa. Demi menciptakan situasi kondisi di lingkungan sekolah dan sekitarnya yang aman dan damai.

Meski tidak menutup kemungkinan, kegiatan kampanye bisa sebagai ajang megimplementasikan pelajaran PKn. Hanya jangan sampai mengganggu proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Tetap mengutamakan tugas utamanya sebagai seorang pelajar.

"Biasanya kan anak-anak suka terpengaruh ya, ya biasa selama itu bisa menempatkan diri nggak papa tapi yang paling penting adalah bagaimana mensikapi secara bijak," jelasnya.

Didik menghimbau kepada pihak sekolah agar turut memantau para siswa dalam keterlibatannya selama proses Pemilu 2024.

"Juga memberikan edukasi bagaimana kita bersikap bijak terhadap aktivitas untuk mensikapi sebagai warga negara yang baik. Termasuk menjaga netralitas," tambahnya.

Terpisah, Kepala SMA Negeri 1 Jogja Jumadi mengatakan, pihaknya terus melakukan edukasi kepada siswanya untuk tidak ikut campur terlalu dalam. Pun sekolah sudah bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk melakukan sosialisasi kepada ana-anak menjelang pesta demokrasi ini.

"Ada program KPU masuk sekolah, intinya menekankan aturan-aturan tentang pemilihan dan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan. Supaya siswa tetap bijak gunakan hak pilihnya, jangan golput," katanya.

Jumadi menjelaskan pihak sekolah juga selalu mendampingi para siswa melalui guru BK dan guru kelasnya serta orang tuanya dengan memberikan peringatan berkali-kali agar siswa tetap pada tujuannya sebagai seorang pelajar.

"Walaupun sudah milih untuk bijak dalam arti pengawasannya dipantau betul sehingga tidak ikut-ikutan lah. Monggo pilih haknya masing-masing," imbuhnya. (wia)

Editor : Amin Surachmad
#pemilih pemula #pemilu 2024 #hak pilih