JOGJA - Konflik dan gesekan antar masyarakat menjadi perhatian tersendiri bagi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Jogja.
Beberapa langkah antisipasi dilakukan untuk mencegah terjadinya konflik dan gesekan. Misalnya, dengan melakukan konsolidasi dan komunikasi secara intens dengan organisasi masyarakat (ormas).
Sekretaris Badan Kesbangpol Kota Jogja Widiyastuti menuturkan selama ini komunikasi dengan ormas rutin dilakukan. Hingga saat ini tercatat ada lebih dari 200 ormas yang resmi terdaftar di Badan Kesbangpol.
"Kesbangpol Kota Jogja termasuk yang punya agenda rutin bertemu dengan teman-teman ormas dalam berbagai macam kegiatan," ujar Widiyastuti saat jumpa pers di Balai Kota Jogja, Selasa (17/10).
Komunikasi ini, lanjutnya, terus dilakukan secara intensif dan kontinyu. Agenda konsolidasi atau komunikasi dengan ormas juga tak selalu dikemas dalam bentuk formal. Sering kali Kesbangpol memberi fasilitas ngobrol santai dengan para ormas.
"Harapannya dengan komunikasi yang tidak formal itu kita semakin menjalin, membuat satu kesamaan bahwa kita punya tujuan yang sama menjaga kondusivitas Kota Jogja," ungkapnya.
Upaya konsolidasi tak hanya dilakukan pada ormas resmi yang terdaftar di Kesbangpol. Widiyastuti menuturkan, pihaknya juga sempat memberikan pendidikan politik pada kader parpol dan organisasi sayap parpol.
Menurutnya, organisasi sayap parpol kerap meramaikan agenda kampanye. Jika tak dibekali dengan pendidikan politik, dikhawatirkan akan terjadi konflik dan gesekan.
"Harapan kami dengan melakukan konsolidasi semacam itu gesekan-gesekan bisa diperkecil ataupun diminimalkan," imbuhnya.
Terpisah, Kapolresta Jogja Kombes Pol Saiful Anwar pihaknya menerjunkan sebanyak 1.400 personil pada pelaksanaan Operasi Mantap Brata 2023.
Ini merupakan operasi yang digelar dalam rangka pengamanan pelaksanaan Pemilu 2024. Dia menuturkan, sebanyak 14 posko keamanan telah dibangun dan tersebar di Kota Jogja.
"Tujuannya untuk memastikan situasi menjelang pemilu, saat pemilu, maupun setelah selesai pemilu nanti tetap aman dan kondusif," ujar Saiful.
Dia juga mengimbau masyarakat untuk tak mudah terprovokasi. Ini agar kericuhan yang sempat terjadi di Muntilan beberapa waktu lalu tak kembali terulang.
"Terkait dengan kejadian Muntilan kita sudah melakukan koordinasi dan imbauan kepada masyarakat agar tidak terpancing dengan situasi yang ada di Muntilan dan insyaallah ditangani dengan baik," ungkapnya. (isa)
Editor : Amin Surachmad