Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Faktor Cuaca dan Polusi, Dinkes Jogja Catat Kenaikan Penderita Flu dan Ispa

Annissa Alfi Karin • Jumat, 22 September 2023 | 01:32 WIB
Pengguna jalan melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Jogja, kemarin (21/9). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)
Pengguna jalan melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Jogja, kemarin (21/9). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

 

JOGJA - Musim kemarau yang masih terus terjadi belakangan ini menjadikan kasus gangguan pernapasan meningkat. Salah satunya terjadi di wilayah Kelurahan Rejowinangun, Kotagede, Kota Jogja.

Kepala Puskesmas Kotagede II Yusnita Susila Astuti menyebut sepanjang Agustus hingga September terjadi peningkatan angka diagnosis flu. Dari 13.011 warga Rejowinangun, sebanyak 240 orang diantaranya datang ke Puskesmas Kotagede II dengan diagnosa flu selama Agustus.

ANTISIPASI: Suasana Puskesmas Kotagede II, Kamis (21/9). (Annisa Alfi Karin/Radar Jogja)
ANTISIPASI: Suasana Puskesmas Kotagede II, Kamis (21/9). (Annisa Alfi Karin/Radar Jogja)

"Sepanjang September ini telah ada 176 kunjungan diagnosis flu. Termasuk semua kelompok umur," jelas Yusnita saat ditemui di Puskesmas Kotagede II, Kamis (21/9).

Yusnita menyebut meningkatnya angka diagnosa flu ini tak lepas dari kemarau panjang yang saat ini masih terjadi. Terlebih usai pandemi mereda, masyarakat cenderung abai pada penggunaan masker.

"Saluran napas menjadi perhatian, untuk yang sakit dianjurkan pakai masker. Saluran napas ini kan melalui droplet sehingga harus dijaga," katanyaBaca Juga: Hidupkan Seni Rupa Batik Lukis, Ada Objek Artis Penyanyi Asal Jogja yang Ditampilkan Loh

Tak hanya di Kelurahan Rejowinangun, peningkatan kasus flu dan Ispa juga terjadi secara keseluruhan di Kota Jogja. Meski tak menyebut angka secara pasti, tapi Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Jogja Endang Sri Rahayu mengatakan kenaikan kasus bahkan hingga mencapai 30-40 persen.

"Karena sekarang ada faktor udara dingin dan debu, batuk pilek meningkat karena ada faktor cuaca," ujar Endang.

Selain faktor cuaca, meningkatnya Ispa juga disebabkan oleh tingginya tingkat polusi udara yang bersumber dari kendaraan. Di dalamnya terkandung zat CO dan CO2. Jika terhirup berlebihan, zat tersebut akan secara langsung mengganggu fungsi organ pernapasan.

"Apalagi kita tahu Kota Jogja ini padat sekali lalu lintasnya. Untuk itu pengendara motor sebaiknya menggunakan masker meski sudah tidak pandemi. Masker tidak hanya melindungi dari Covid-19, tapi juga asap kendaraan," ujarnya.

Baca Juga: Sehari Dapat Undangan Hajatan Sampai 10 Kali, Dukuh Minta Bupati Gunungkidul Ikhlas Naikkan Gaji

Dia menambahkan, sejatinya penyakit batuk, pilek, dan flu merupakan penyakit musiman. Bisa sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Hanya saja, penderita harus memperhatikan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

"Selain itu meningkatkan daya tahan tubuh dengan gizi seimbang, banyak minum air putih, dan mengonsumsi sayur dan buah," imbaunya. (isa)

Editor : Amin Surachmad
#gangguan pernapasan #musim kemarau #polusi udara