RADAR JOGJA - Kelompok Tani Caping Tani RW 15 Kampung Juminahan, Kelurahan Tegalpanggung, Kemantren Danurejan melakukan panen tomat, Minggu (21/8/23). Ini merupakan panen perdana usai ditanam beberapa waktu lalu.
Ketua Kelompok Tani Caping Tani Ibnu Santoso menyebut nantinya hasil panen akan dijual kepada masyarakat dengan harga jauh di bawah pasar. Hasil panen kali ini turut akan menjadi bahan evaluasi untuk budidaya tomat ke depannya. Bukan tanpa alasan, komoditas tomat akan menjadi ikon Kelurahan Tegalpanggung.”Kami rencanakan dijadikan kelompok kerja khusus tomat di Kampung Juminahan," katanya, Senin (21/8/23).
Laki-laki yang kerap disapa Mbah Loso ini menjelaskan, tomat bukanlah satu-satunya komoditas sayuran yang pernah ditanam. Bersama dengan 22 anggota kelompok tani lainnya, dia pernah menanam tanaman lain seperti jagung, terong, dan kacang panjang. Ada juga sawi dan cabai. Namun, menurutnya belum memberikan hasil yang maksimal. Hingga akhirnya kini Kelompok Tani Caping Tani fokus pada budidaya tomat.”Tomat kami pilih karena juga bisa diolah menjadi berbagai macam olahan yang bernilai jual tinggi,’’ tambahnya.
Sejatinya ada 33 jenis tomat yang dibudidayakan di kebun ini. Namun, tidak semua memberikan hasil yang baik. Hanya tomat jenis mawar dan ceri yang tumbuh subur."Mungkin karena iklim dan jenis tanahnya tidak cocok dengan daerah asalnya," ujarnya.
Mantri Pamong Praja Danurejan Bambang Endro Wibowo menuturkan nantinya kawasan ini akan dijadikan salah satu spot paket wisata di Kota Jogja. Paket wisata rencananya akan dikemas komplet dengan dua kelurahan lainnya, yakni Suryatmajan dan Bausasran. Ini karena kedua kelurahan tersebut juga telah memiliki kekhasannya masing-masing.”Di Suryatmajan ada jambu diolah menjadi macam-macam makanan. Bausasran dari bayam brazil diolah menjadi mie dan bermacam-macam,” kata Bambang.
Menurutnya, tomat memiliki potensi yang bagus untuk dipasarkan. Tomat bisa diolah menjadi berbagai makanan, seperti dawet, ronde, bajigur, dna selai.(isa/din)