Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kembalikan Keutuhan Fisik Benteng Baluwerti

Winda Atika Ira Puspita • Selasa, 1 Agustus 2023 | 14:30 WIB
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIJ berupaya mengembalikan keutuhan fisik Benteng Baluwerti Keraton Jogjakarta.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIJ berupaya mengembalikan keutuhan fisik Benteng Baluwerti Keraton Jogjakarta.

RADAR JOGJA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIJ berupaya mengembalikan keutuhan fisik Benteng Baluwerti Keraton Jogjakarta. Berada di kawasan Wijilan, Kecamatan Kraton, revitaslisasi benteng ini sudah sampai Kampung Mantrigawen. Saat ini, gapura pengganti Plengkung Bunthet (Madyasura) yang sempat tertutup oleh warung-warung milik warga sudah terlihat.

Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIJ Dian Lakshmi Pratiwi mengaku, revitalisasi sebagai upaya penyelamatan dan kelestarian budaya daripada benteng itu sendiri. Bahkan pelaksanaan revitalisasi sudah diawali sebelum tahun Dana Keistimewaan (danais). Namun masih sangat parsial. Dengan bentuk kegiatan rehabilitasi bagian benteng yang rusak dan pemeliharaan rutin. "Dan berlanjut sampai sekarang dengan diperkuat studi atau kajian dan penelitiannya," katanya kepada Radar Jogja Minggu (16/7/23). 

Dian menjelaskan, urgensi dari revitalisasi tersebut untuk penyelamatan dan kelestarian benteng sebagai salah satu penanda dan atribut cagar budaya atau keistimewaan. "Ya, menjadi penting karena tidak semata fisik keutuhan benteng. Tapi juga nilai dan narasi fungsinya yang menjadi bukti tata kota Jogjakarta masa awal pendirian Keraton & Kota Jogjakarta," bebernya. 

Menurutnya, proses revitalisasi Benteng Baluwerti terus dikerjakan untuk mengembalikan wujud benteng yang mengeliling Keraton Jogjakarta itu seperti sedia kala. Rencana yang dilakukan revitalisasi tak hanya sisi kawasan Wijilan saja. Melainkan keseluruhan tembok keliling benteng. "Bagian yang direvitalisasi adalah tembok keliling benteng dengan komponennya," jelasnya. 

Pun sesuai studi perencananaan material yang digunakan, disebut ada penyesuaian dengan penggunaan material-material saat ini. Untuk semaksimal mungkin untuk menjaga keutuhannya. Disinggung soal total anggaran yang digunakan, Dian tidak bisa memastikan. "Sebelumnya dais (dana keistimewaan) dengan APBD, sekarang dengan APBD dais. Total dulu sampai sekarang belum bisa ngitung, harus ngumpulin data dulu," ucapnya. 

Revitalisasi sekarang, kata Dian, seluruhnya dilaksanakan oleh Keraton selaku pemilik aset. Dengan ketentuan pelaksanaan sesuai regulasi cagar budaya. 

Menurutnya, Benteng Baluwerti adalah bagian komponen dari fungsi pertahanan Keraton dengan nilai penting dan makna pelindungan fisik dan non-fisik. Sehingga diharapkan setelah direvitalisasi, semakin menguatkan penanda dan nilai penting keistimewaan. "Sekaligus menguatkan narasi kebudayaan sebagai salah satu atribut tata kota masa lalu, yang bisa bermanfaat untuk kebutuhan masa sekarang," harapnya. (wia/eno)

Editor : Satria Pradika
#DIJ #Plengkung Bunthet #cagar budaya #Kundha Kabudayan #pemprov