“Pasca lebaran naik, normalnya hanya di angka Rp 27 ribu/ kg sampai Rp 28 ribu/kg,” kata Rita saat ditemui di Pasar Beringharjo, Senin (8/5).
Menurut Rita, penjualan telur ayam sempat tinggi saat awal lebaran beberapa waktu lalu. Ini lantaran kebutuhan masyarakat akan telur ayam juga tinggi. Namun, harganya yang tak kunjung turun kini berpengaruh pada daya beli masyarakat. “Ada pengaruh, yang biasanya beli jadi hanya tanya-tanya saja,” tambahnya.
Dia mengaku penjual-penjual sembako di luar pasar menjadi saingannya. Biasanya di luar pasar telur, ayam dibanderol dengan harga yang sedikit lebih murah.
“Untuk faktor kenaikan harga katanya banyak orang punya hajat, lalu bantuan PKH juga turun. Saya bersaing dengan sembako-sembako yang di luar pasar. Harapannya harganya bisa turun, ga naik terus,” ujarnya. (isa/ila) Editor : Administrator