Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tersangka Laporkan Balik Pelapor ke Polisi

Editor Content • Sabtu, 18 Februari 2023 | 18:37 WIB
MAKIN SIAP: Penggawa PSIM Jogja menjalani latihan rutin jelang menghadapi kompetisi Liga 2 musim 2022/2023 di Stadion Mandala Krida. ISTIMEWA
MAKIN SIAP: Penggawa PSIM Jogja menjalani latihan rutin jelang menghadapi kompetisi Liga 2 musim 2022/2023 di Stadion Mandala Krida. ISTIMEWA
RADAR JOGJA – Kasus kekerasan jalanan, atau yang dikenal masyarakat dengan klithih, di kawasan Titik Nol Kilometer Jogja memasuki babak baru. Para tersangka melaporkan balik pelapor ke kepolisian. Terkait tindak pidana pengeroyokan dan penganiayaan.

Kasat Reskrim Polresta Jogja AKP Archey Nevada mengonfirmasi adanya laporan balik dari para tersangka. Laporan dilayangkan oleh penasihat hukum tersangka GN kepada pelapor Raziq Kurniadi, pekan lalu. Usai diterima, laporan tersebut lantas ditindaklanjuti berupa upaya penyelidikan. “Jadi itu dua kejadian, pertama saat sendirian di TKP. Kemudian merasa terpepet akhirnya pulang mengambil knock dan memanggil teman-temannya yang sedang minum (minuman keras) dan membawa sajam (senjata tajam),” jelasnya di sela rekonstruksi klithih di Titik Nol Kilometer kemarin (17/2).

Dalam rekonstruksi di kawasan Titik Nol Kilometer Jogja, kemarin sempat menarik perhatian pengguna jalan. Total berisi 15 adegan. Salah satunya aksi pengeroyokan oleh korban terhadap tersangka yang masih di bawah umur.

membeber, rekonstruksi diikuti oleh lima dari total enam tersangka. Sebab salah satu tersangka masih berusia 17,5 tahun. “Total tersangka masih enam orang. Sudah dilakukan penahanan di tahanan Polresta Jogja,” ujarnya.

Sebanyak 15 dengan rekonstruksi juga diikuti oleh korban Raziq Kurniadi dan saksi Gibran Danendra P. Dalam rekonstruksi ini, turut diperankan saat Raziq dan teman-temannya melakukan pengeroyokan terhadap tersangka. “Dari rekonstruksi, akan kami dalami terkait indikasi lain. Masih harus kami lakukan pemeriksaan terhadap saksi terkait,” ucapnya.

Archye menambahkan rekonstruksi dilakukan di tiga tempat kejadian perkara. Lokasi pertama adalah kawasan Kleringan. Di sinilah rombongan pelapor melintas untuk menuju ke Titik Nol Kilometer. Rombongan pelapor sempat memacu kendaraanya dengan kecepatan kencang. Hingga akhirnya bertemu rombongan pelaku di kawasan Jalan Malioboro. “Pada saat adegan kedua di Jalan Malioboro tersebut, rombongan pelaku mencoba memepet korban dan akhirnya bertemu di TKP yaitu di Titik Nol,” kata Archye.

Dalam rekonstruksi, Polresta Jogja juga mengundang pihak kejaksaan. Kata Archey, untuk sama-sama mengetahui jalannya peristiwa. “Selanjutnya kami berkoordinasi terkait pengungkapan berkas yang segera akan kami lengkapi dan kirim ke jaksa penuntut umum (JPU),” tandasnya.

Terkait dengan masih maraknya klithih, Penjabat Wali Kota Jogja Sumadi kembali mengingatkan sudah ada peraturan wali kota no 49 tahun 2021 tentang jam malam. Sebagai upaya memproteksi anak-anak supaya tidak melakukan kegiatan di luar rumah antara pukul 22.00-04.00. Karena pada jam-jam tersebut dikatakan sangat riskan. "Jika tidak ada kondisi darurat atau bencana alam anak-anak dihimbau agar tidak melakukan kegiatan di luar rumah pada jam-jam tersebut," ujarnya dalam pembinaan dengan organisasi pemuda guna mencegah kasus kekerasan jalanan atau klitih di kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Kamis (16/2).

Menurut dia, rasa emosional dan hal-hal sepele yang kadang yang membuat para remaja ini melakukan kekerasan jalanan. Mengutip hasil penilitian Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Jogja, sebetulnya anak-anak yang melakukan kejahatan jalanan itu hanya butuh sebuah eksistensinya diakui. “Pemkot sudah menyediakan ruang untuk anak-anak agar melakukan kegiatan dari pukul 16.00 hingga 20.00, setelah itu pulang ke rumah masing-masing," ungkap Sumadi.

Menurut Sumadi peran para pemuda ini sangat dibutuhkan untuk mengedukasi anak-anak yang ada di lingkungan sekitar. Supaya dapat mencegah atau menghidari hal-hal yang bersangkutan dengan hukum. Ia juga berharap kepada para organisasi kepemudaan ini agar dapat membantu mengandeng dan memberi kegiatan yang membuat semangat bernegara dan gotong royong kepada anak- anak agar tidak melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat."Karena adanya peran dan sebuah perjuangan yang dimotori oleh para pemuda yang membuat nama Kota Jogja dan DIJ bisa besar," ungkapnya. (fat/cr2/pra) Editor : Editor Content
#Klithih #Titik Nol Kilometer Jogja