RADAR JOGJA - Jogja Planning Gallery (JPG) yang segera menempati bangunan cagar budaya eks Gedung DPRD DIJ diharapkan mampu menonjolkan teknologi. Sesuai dengan identitas Jogjakarta sebagai Kota Pendidikan, teknologi menjadi sesuatu yang sangat sesuai dengan kebudayaan pada perspektif masa depan.
Demikian diungkap Gubernur DIJ Hamengku Buwono X pada Koordinasi Harmonisasi Karya Jogja Planning Gallery. Harmoni karya ini sebagai tindak lanjut untuk mengkolaborasikan tiga besar yang menjadi pemenang desain dasar JPG yang disayembarakan medio Maret 2022.
"Selain menjadi sarana edukasi juga sebagai pemecah konsentrasi atas penuhnya Jalan Malioboro. Tidak hanya pertokoan maupun kuliner yang menjadi destinasi, tetapi ada ruang yang bisa menyedot pengunjung, sehingga terdistribusi secara merata," harapnya, Senin (16/1).
Kepala Dinas PUP-ESDM DIYlJ Anna Rina Herbranti mengungkapkan harmonisasi karya ini adalah tindak lanjut dari kolaborasi ide tiga pemenang desain dasar. Setelahnya, proses panjang pembangunan JPG terus berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.
Diawali dengan penyusunan DED pada 2023. Tentunya mengacu pada desain dasar yang telah ditentukan. Targetnya rampung pada tahun ini atau akhir 2023.
"Harapan kami nanti DED ini menjadi landmark budaya DIY karena isinya akan macam-macam. Ada galeri kontemporer, Jogja masa kini, masa lalu masa depan juga,” kata Anna.
Anna menambahkan, sesuai dengan arahan HB X teknologi tinggi juga ada ditampilkan di JPG. Hanya saja untuk saat ini belum tervisualkan secara jelas. Targetnya seluruh isi dalam JPG mulai tersusun pada 2024.
"Nanti semuanya akan tertampung dan menyesuaikan dengan desain dasar. Kalau untuk luas total kawasan JPG ini nantinya berada pada angka 25.400 meter persegi," ujarnya.
Kepala Bappeda DIJ Beny Suharsono mengatakan, tahun ini konsep besar JPG sudah mulai ditata. Didesain secara terencana, termasuk apa saja yang harus disiapkan. Tidak hanya pembangunan fisik namun juga non fisik.
Terkait dengan pemindahan aktivitas perdagangan di Jalan Perwakilan, Beny memastikan semua sudah selesai dilakukan. Para pedagang telah menempati Pasar Pakuncen Wirobrajan sebagai relokasi.
“Tahapan demi tahapan telah kami lalui termasuk menyiapkan kawasan yang memang milik Keraton. Sudah tidak ada aktivitas di sana dan sudah mulai ditata,” katanya. (Dwi)
Editor : Editor News