Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Punya 575 Bank Sampah, Kota Jogja Siap Zero Sampah Anorganik

Editor News • Senin, 2 Januari 2023 | 23:16 WIB
RUTINITAS : Pemilahan sampah dilakukan di Depo Sampah Utara Laya, Senin (2/1). (ANNISSA KARIN/RADAR JOGJA)
RUTINITAS : Pemilahan sampah dilakukan di Depo Sampah Utara Laya, Senin (2/1). (ANNISSA KARIN/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA – Kampanye zero sampah anorganik di Kota Jogja otomatis turut menaikkan kinerja bank sampah. Bank sampah menjadi tempat bagi masyarakat untuk menyalurkan sampah anorganik.

Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas dan Pengawasan Lingkungan Hidup DLH Kota Jogja Very Tri Jatmiko mengungkapkan kini ada 575 bank sampah yang tersebar di 45 kelurahan. Namun, 200 bank sampah diantaranya dinilai masih belum aktif.

“Kami sudah memberikan sosialisasi. Pasti mereka akan menerima kenaikan nasabah. Edukasi terus berjalan. Ada forum bank sampah, ada koordinator kemantren, dan ada fasilitator kelurahan di lapangan,” jelas Very melalui sambungan telepon, Senin (2/1).

Very optimis bank sampah di Kota Jogja nantinya mampu menerima lonjakan nasabah. Dia berharap bank sampah yang sebelumnya mati suri turut bisa hidup kembali. Terlebih seiring digaungkannya zero sampah anorganik di Kota Jogja.

Very membenarkan masih ada RW di Kota Jogja yang belum memiliki bank sampah. Solusinya, masyarakat di RW tersebut bisa menyalurkan sampah anorganiknya ke bank sampah di RW terdekat.

Menurutnya, ini merupakan gerakan yang awalnya tidak ada menjadi ada. Untuk itu perlu waktu bagi masyarakat untuk melakukan pembiasaan.

“Belum semuanya setiap RW itu ada bank sampahnya. Manakala ada satu bank sampah yang kerepotan, nanti harapannya RW yang belum ada (bank sampah) bisa membentuk bank sampah untuk menampung itu,” katanya.

Dia menjelaskan masyarakat akan menerima berbagai keuntungan ketika bergabung menjadi nasabah bank sampah. Misalnya, masyarakat bisa mendapatkan keuntungan secara materi atas penjualan sampah anorganiknya.

“Sifat guyub, kebersamaan, saling berkumpul, itu nilai-nilai yang sekarang agak jarang bisa ditemui. Adanya bank sampah mereka berkumpul, menimbang, jadi ada fungsi pembedayaan di masyarakat kemudian bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Kepala Bidang Pengolahan Sampah DLH Kota Jogja Ahmad Haryoko mengingatkan bank sampah untuk siap menaikkan frekuensi penimbangan. Setidaknya dilakukan dua hari sekali.

Tak hanya itu, inovasi di masing-masing bank sampah juga diperlukan. Ini untuk menarik perhatian sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan bank sampah dalam rangka mengurangi sampah anorganik.

“Kalau di Ngampilan itu dibuat voucher belanja. Jadi bekerja sama dengan warung sembako. Disitu nanti pada saat limit minimalnya sudah tercapai dia dapat voucher. Misalnya limit tabungannya Rp 100 ribu dia dapat voucher Rp 50 ribu, warungnya jadi laris juga. Inovasi-inovasi itu dibutuhkan,” kata Haryoko. (isa/dwi) Editor : Editor News
#bank sampah #sampah Kota Jogja #Zero Sampah Anorganik #TPST Piyungan