Tak hanya itu, kelompok massa ini juga sempat membakar ban. Sebelum akhirnya diredam oleh sesama peserta aksi. Para tukang becak Malioboro dan sejumlah peserta aksi turut memadamkan api dan mendirikan pintu gerbang yang rubuh.
"Pelaksanaannya alhamdulillah cukup baik walaupun ada sedikit insiden. Namun kami mengucapkan terima kasih kepada para pengunjuk rasa untuk tetap menjaga ketertiban, keamanan di seputar Jalan Malioboro karena Jalan Malioboro ini banyak masyarakat yang berkepentingan melaksanakan kegiatan ekonomi," jelas Kapolresta Jogja Kombes Pol Idham Mahdi ditemui di DPRD DIJ, Rabu (7/9).
Idham memastikan ricuh tak berlangsung lama. Ini karena para peserta aksi mampu meredam tindakan kericuhan. Personel polisi juga tidak sampai bertindak melakukan penertiban.
Peserta aksi, menurutnya, masih bisa mengendalikan diri. Untuk kemudian tetap fokus dalam menyampaikan aspirasi. Hingga batas waktu aksi setelah magrib.
"Rekan-rekan yang melaksanakan pengamanan juga masih bisa kita kendalikan diri. Jadi kedepan hal-hal seperti ini yang memang bisa mengundang, yang bisa ada penyusup yang kira-kira bisa memecah kita semua, tolong ini untuk kita bisa saling menjaga," katanya.
Untuk penjagaan, pihaknya menerjunkan 500 personel. Terdiri dari personel Polresta Jogja, bantuan dari Sat Brimob Polda DIJ dan Sabhara Polda DIJ. Seluruhnya bersiaga di sisi dalam maupun kawasan Malioboro.
Terkait kerusakan fasilitas umum, Idham menuturkan menjadi ranah DPRD DIJ. Walau begitu pihaknya tetap berkoordinasi. Guna memastikan apakah ada pelaporan polisi atas kerusakan pagar DPRD DIJ.
"Nanti kalau masalah kerusakan fasum, kita akan koordinasikan kepada pak dari sekretaris dewan dan jajaran DPRD provinsi," ujarnya.
Sekretaris Dewan DPRD DIJ Haryanta memastikan kerusakan tidaklah fatal. Ini karena pagar masih bisa dikembalikan ke posisi semula. Begitupula fungsi tidak terganggu sama sekali.
Haryanta memandang aksi anarksi adalah bagian dari risiko. Terlebih peserta aksi mencapai ratusan. Sehingga sangat rentan terjadi kericuhan selama proses penyampaian aspirasi.
"Ya kalau saya kan enggak begitu parah udah bisa artinya wajar lah saya melihat kalau itu bagian dari massa yang banyak mungkin itu risiko di sana. Saya kira itu kondusif lah," katanya. (Dwi) Editor : Editor News