Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tak Pernah Sepi Pembeli, Lupis Mbah Satinem Eksis Sejak 1963

Editor News • Sabtu, 25 Juni 2022 | 02:57 WIB
MASTERPIECE : Lupis Mbah Satinem memiliki rasa yang konsisten sejak 1963. (ANNISSA KARIN/RADAR JOGJA)
MASTERPIECE : Lupis Mbah Satinem memiliki rasa yang konsisten sejak 1963. (ANNISSA KARIN/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA – Tak melulu gudeg, lupis yang merupakan salah satu makanan tradisional bercita rasa manis ini bisa menjadi pilihan bagi wisatawan saat mengunjungi Kota Jogja. Lupis Mbah Satinem adalah salah satu penjual lupis di Kota Jogja bahkan masih eksis hingga kini sejak tahun 1963.

Lapak lupis Mbah Satinem tak pernah sepi dari pembeli. Saking ramainya pembeli harus antri dengan mengambil nomor antrian. Padahal, dia menjajakan dagangannya di emperan toko di wilayah Jalan Bumijo, Kota Jogja.

“Berjualan sejak tahun 1963, saya sudah keturunan ketiga,” cerita Satinem saat ditemui di lapaknya, Jalan Bumijo, Kota Jogja, Jumat (24/6).

Satinem berusaha untuk selalu menjaga rasa lupis yang autentik. Dalam satu porsi, berisi lupis, parutan kelapa dan gula aren. Pemotongan lupis yang berbahan dasar ketan ini pun tak menggunakan pisau, melainkan dengan menggunakan benang.

Selain lupis, Satinem juga menjual makanan tradisional lainnya. Seperti ketan, cenil, gathot dan tiwul. Semuanya dibanderol dengan harga yang tak menguras kantong, yakni cukup Rp. 10 ribu rupiah saja perporsi.

Salah satu pembeli asal Depok, Jawa Barat, Oktaviani mengaku baru pertama kali menikmati lupis Mbah Satinem. Menurutnya, lupis Mbah Satinem memiliki cita rasa yang manis legit dari gula aren. Juga rasa gurih dari parutan kelapa.

“Saya kebetulan baru ini. Penasaran aja, kemarin cari-cari dari internet. Saya dari Depok,” katanya. (isa/dwi) Editor : Editor News
#kuliner khas Jogja #kuliner tradisional #Lupis khas Jogja #Lupis Mbah Satinem