Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Penyanyi Aurelia Laura Usia Bukan Penghalang untuk Berkarya

Editor Content • Minggu, 5 Juni 2022 | 16:19 WIB
SEMRINGAH : Penyanyi Aurelia Laura akhirnya dapat menelurkan single pertamanya berjudul Menyongsong Fajar. Mempunyai impian menjadi penyanyi sejak kecil, justru karya baru muncul di usia ke-30. Usia, baginya bukan penghalang untuk berkarya.(AURELIA LAURA/
SEMRINGAH : Penyanyi Aurelia Laura akhirnya dapat menelurkan single pertamanya berjudul Menyongsong Fajar. Mempunyai impian menjadi penyanyi sejak kecil, justru karya baru muncul di usia ke-30. Usia, baginya bukan penghalang untuk berkarya.(AURELIA LAURA/
RADAR JOGJA - AURELIA LAURA, perempuan 31 tahun ini dapat dijadikan inspirasi bagi siapa pun. Bahwa meraih cita-cita dalam hidup tidak harus diusia sangat muda.

Anggapan sudah menikah dan umur sudah 30-an seharusnya tidak lantas membuat seseorang berhenti bermimpi. Laura, panggilannya, merilis single berjudul 'Menyongsong Fajar' di usia 30 tahun dan baru saja menikah. "Menyanyi bukan karir buat aku, tapi achievement buatku. Unlock one of my dream, nyanyi bikin lagu," ujar warga Brebah Sleman kemarin (3/5).

Dibutuhkan keberanian yang tidak sedikit untuk meraih salah satu impiannya. Meskipun bisa bernyanyi dan menciptakan lagu, namun selama ini ia hanya puas menyimpan untuk dirinya sendiri.

Bernyanyi pernah jadi cita-citanya sejak kecil. Namun tidak ia jadikan karir untuk mengais rejeki. Atas dukungan dari orang-orang terdekat, pada Juli 2021, singlenya 'Menyongsong Fajar' yang ditulis pada 2016 akhirnya dirilis. Lagunya dapat dinikmati di platform Spotify, YouTube channel dan platform digital lainnya.

"Launching itu usia 30 tahun. Menyimpan mimpi lama. Kalau benar-benar sampai pengen nyanyi dari kecil. Tapi gak berniat nyanyi (profesional, Red), pengen biasa saja," ujar Laura yang pernah mengenyam pendidikan Ilmu hubungan Internasional UPN Veteran Jogja.

Sebelumnya Laura bertemu dengan Gardika Gigih dan bercerita mengenai beberapa lagu yang ia ciptakan. Rupanya gayung bersambut, lagunya mencuri perhatian komponis berbakat itu. "Ngobrol -ngobrol dan ternyata gayung bersambut dan dia nanggepin. Benar cuma ngobrol gak kepikiran apa pun waktu itu," ujarnya.

Photo
Photo


Setidaknya ada tiga lagu yang saat itu diceritakan ke Gigih. Namun baru satu yang akhirnya dirilis. Pasalnya prosesnya panjang dan tidak mudah untuk merilis sebuah single lagu. Berbekal relasi dan lingkup pertemanan, akhirnya terwujud secara lengkap. "Aku punya kesempatan, punya orang yang dikenal, banyak jalan mewujudkan itu, lalu kenapa gak aku lakuin. Kata-kata itu jadi kepikiran," jelasnya.

Laura mengaku, dua lagu lainnya masih belum disempurnakan. Meski begitu salah satu lagunya sudah sempat digarap. Temanya pun berbeda dari single sebelumnya. Waktu launching nya juga belum ia tentukan, sebab masih banyak yang harus disempurnakan.

"Lagu kemarin ekspektasi orang jadi semangat yang menyongsong fajar. Lagu kedua tentang pencarian pasangan hidup. Kebosanan karena menemukan jenis cowok begitu saja," jelas alumna SMA Stella Duce I Jogja.

Lebih lanjut ia mengatakan dalam proses menulis lagu tidak bisa dipaksakan. Ide tidak bisa dibuat-buat. Ditambah saat menyanyikan lagunya, Laura mengaku tidak percaya diri. Bahkan pernah berfikir agar lagunya dinyanyikan orang lain. Namun atas dorongan dan kepercayaan dari orang terdekat, ia menjadi semakin mantap melangkah.

"Bikin lagu kayak dapat wangsit, nemu feel-nya bisa. Aku mengandalkan pikiran yang datang, bergumam lalu direkam di handphone gitu," ujarnya.
Laura berharap setiap orang harus memiliki keberanian untuk meraih mimpi-mimpinya. Usia dan kesibukan bekerja maupun berkeluarga tidak lantas menjadikan manusia berhenti meraih mimpi. Sebab meraih salah satu daftar cita-cita dapat menghidupkan hidup. (cr4/bah) Editor : Editor Content
#Lifestory #PENYANYI