Angka ini melonjak drastis memasuki masa Operasi Ketupat Progo 2022. Tercatat hingga 1.411 persen. Dalam angka mencapai 915.763 wisatawan pada saat gelaran operasi.
“Kami gabungkan beberapa titik di seluruh wilayah hukum Polresta Jogja itu kalau diprosentase ada 905 persen. Artinya sebanyak 12.523 saat sebelum kegiatan operasi dan pasca lebaran sampai dengan operasi itu meningkatnya menjadi 125.486 kunjungan, atau meningkat sebanyak 113.323 kunjungan,” jelasnya saat jumpa pers di Kantor Ditlantas Polda DIJ, Rabu (11/5).
Salah satu objek wisata di Kota Jogja yang mengalami peningkatan jumlah kunjungan adalah GL Zoo. Sebelum lebaran, GL Zoo terpantau sepi bahkan tidak ada pengunjung.
Sementara memasuki H+1 lebaran, terdapat sebanyak 483 pengunjung. Pada H+3 lebaran terpantau terdapat 1.296 pengunjung. Angka ini terus melonjak hingga puncaknya pada H+8 lebaran yakni mencapai 12 ribu pengunjung.
Tak hanya di Kota Jogja, kenaikan pengunjung juga terjadi di Kabupaten Sleman. Tercatat terjadi kenaikan pengunjung hingga 972 persen jika dibandingkan pada pra operasi. Salah satu objek wisata di Sleman yakni Kaliurang bahkan menerima kunjungan hingga 7 ribu pengunjung pada H+8 lebaran.
“Bantul juga sama signifikan. Bahkan angkanya tinggi sekali, dari 6.455 menjadi 220 ribu pengunjung. Persis yang saya prediksi sebelumnya. Naiknya tidak tanggung-tanggung, ribuan persen,” katanya.
Sementara itu, Kabupaten Kulonprogo dan Gunungkidul pun tak lepas dari serbuan para wisatawan. Ditlantas Polda DIJ bahkan tak memprediksi akan terjadi peningkatan kunjungan yang signifikan di kedua kabupaten ini.
Iwan menyebutkan, saat pra operasi, Kulonprogo tercatat menerima sebanyak 4 ribu kunjungan. Angka ini meningkat pada saat operasi hingga 147 ribu kunjungan wisatawan. Sementara di Gunungkidul juga terjadi peningkatan sebanyak 15 ribu saat pra operasi dan mencapai 182 ribu hingga operasi usai dilakukan.
“Wisata yang sebelumnya menjadi concern kami, terbukti. Pada hari H lebaran hingga H+3 lebaran terpantau terjadi puncak kepadatan, yakni hingga hari Jumat. Sementara Sabtu dan Minggu sudah mulai landai," ujarnya.
"Kami memantau dari pintu masuk Tempel dan Prambanan, itu indikator kami. Karena hingga H+3 pintu masuk Prambanan dan Tempel kami lakukan rekayasa prioritas arus utama. Sementara pada Jumat dari mulai selesai salat Jumat sampai dengan sore sudah mulai landai,” ujarnya. (isa/dwi) Editor : Editor News