Salah satu penyedia jasa penukaran uang baru, Retnowati mengatakan permintaan mulai ramai sejak dua minggu lalu. Dia menyediakan berbagai pecahan uang mulai dari Rp 2 ribu, Rp 5 ribu, Rp 10 ribu, hingga Rp 20 ribu. Retno mengaku memasang harga sebesar 10 persen dari besaran uang yang ditukar.
"Maharnya murah kok. Dari Rp 100 ribu jadi Rp 110 ribu. Hanya 10 persen," jelasnya saat ditemui di Jalan Senopati, Kamis (21/4).
Dia menambahkan total modal yang disiapkan yakni sejumlah Rp 20 juta. Sementara keuntungan yang dia peroleh bisa mencapai Rp 10 juta hingga Rp 15 juta selama menggelar lapak. Retno menyediakan uang berbagai pecahan. Diantaranya Rp 2 ribu, Rp 5 ribu, Rp 10 ribu, hingga Rp 20 ribu.
Dari semuanya, pecahan Rp 2 ribu dan Rp 5 ribu merupakan yang paling banyak dicari. Dia mengatakan akan terus menyediakan jasa penukaran uang baru hingga hari lebaran. Biasanya masyarakat paling banyak menukarkan uang satu minggu sebelum lebaran.
"Jualan sampai hari takbiran. Biasanya paling ramai seminggu sebelum lebaran, seperti jualan kacang goreng," katanya.
Sementara itu, salah satu warga Condongcatur, Sleman, Surya Aji mengaku dimudahkan dengan adanya fasilitas penukaran uang baru. Dia mengaku tak perlu lagi mengantri di bank untuk bisa mendapatkan uang baru.
Uang nantinya akan dibagikan kepada para keponakannya. Tepatnya saat momen lebaran mendatang.
"Baru kali ini saya menukarkan uang. Ini cuma Rp 100 ribu aja pecahan Rp 5 ribu. Buat anak, keponakan, buat senang-senang saja," ujarnya. (isa/Dwi) Editor : Editor News