Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tak Fokus, Antar Peserta Aksi 11 April Jogjakarta Nyaris Ricuh

Editor News • Selasa, 12 April 2022 | 00:34 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA - Aksi unjuk rasa 11 April di Titik Nol Kilometer justru nyaris ricuh antar peserta aksi. Satu kelompok fokus melakukan orasi di tengah massa aksi. Kelompok lainnya justru ingin menutup akses jalan dan merangsek ke DPRD DIJ.

Akibatnya sempat adu argumen antar peserta aksi maupun orator. Terlihat adanya sahut-sahutan di tengah aksi unjuk rasa. Imbasnya penyampaian tuntutan tidak optimal dan tidak fokus.

Koordinator Umum Aksi Mario Erlanda menjelaskan tak ada permasalahan antar peserta aksi. Adanya perbedaan pendapat merupakan hal yang lumrah. Termasuk saat aksi berlangsung.

Selama aksi berlangsung, terdengar dua orasi. Pertama dari mobil orator. Sementara suara lainnya berasal dari sisi utara massa aksi.

Peserta aksi di sisi utara menginginkan orasi berlangsung di Gedung DPRD DIJ. Terlihat pula upaya menutup akses jalan Malioboro sisi utara oleh massa aksi. Alhasil aksi ini memicu beragam tanggapan dari masyarakat yang melintas.

"Biasa dinamika dalam pergerakan," jelas Mario Erlanda ditemui di tengah-tengah aksi unjuk rasa di Titik Nol Kilometer Jogjakarta, Senin (11/4).

Anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ini menjelaskan peserta aksi berasal dari elemen Cipayung Plus DIJ. Merupakan gabungan dari kelompok HMI, GMNI, IMM KAMMI, KMHDI, dan PII Jogjakarta.

Dalam aksinya ini, peserta aksi menyerukan tujuh tuntutan. Pertama menolak penundaan pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden. Tunda pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dan menolak kenaikan harga BBM.

Adapula menolak kenaikan harga bahan pokok, menolak kenaikan PPN 11 persen. Tuntaskan kasus klitih di DIJ dan hentikan kapitalisasi dan komersialisasi pendidikan.

"Seharusnya, kita berharap perwakilan rakyat DPRD datang menemui kita untuk mendengarkan yang jadi tuntutan kita. Kalau tidak bisa ke sini akan jalan ke sana. Tapi tidak bisa ditemui," katanya.

Peserta aksi, lanjutnya, meminta pemerintah fokus pada keresahan masyarakat. Terutama tentang tujuh tuntutan yang disuarakan dalam aksi. Khususnya tentang penundaan pemilu dan kenaikan sejumlah komoditi.

"Kami mengawal jangan sampai ditunda karena tidak ada jaminan disini. Jangan sampai lengah karena tak menutup kemungkikan apa yang dikeluarkan statement salah lagi. Dengan banyaknya aksi kita bisa simpulkan sendiri, berapa yakin kita pada kali ini," ujarnya. (Dwi) Editor : Editor News
#Titik Nol Kilometer #Cipayung Plus #unjuk rasa #Aksi 11 April Jogjakarta