Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP) mengatakan, sejatinya dua titik relokasi PKL Malioboro itu tinggal menempati saja. Hanya teknis pengisiannya masih digodok. “Sudah tinggal teknis (pengisian) saja. Saya tidak tahu betul teknisnya kapan dijalankan,” katanya saat ditemui di XT Square, kemarin (27/1).
HP menjelaskan, pengisian PKL ke Teras Malioboro satu dan dua rencananya menggunakan sistem undian terbuka per pedagang. Ini juga sesuai dengan kesepakatan sebagain besar pedagang, sehingga tidak akan menimbulkan rasa ketidakadilan.
“Ya biar tidak muncul persoalan adil dan tidak adil antarpedagang. Kita ngomong di sini (pembagian lapak, Red) bagi pedagang yang sudah masuk daftar di komunitas dan di pemkot ya,” ujarnya.
Pemkot juga masih punya PR untuk menjadikan dua titik relokasi PKL itu tidak lantas sepi pengunjung. Pemkot masih berupaya menjadikan Teras Malioboro satu dan dua tetap bisa ramai dikunjungi wisatawan atau pengunjung.
Salah satunya dengan menempatkan panggung hiburan seni dan budaya. Meskipun diyakininya keberadaan para PKL dipastikan akan dicari oleh pengunjung atau wisatawan.
“Cuma ini agar memudahkan. Kita kasih panggung hiburan di sana, nanti diisi panggung-panggung baik di Teras Malioboro satu dan dua untuk keramaian. Nanti panggung seni budaya ada dalam beberapa waktu ini,” jelasnya.
Dengan demikian, setelah PKL mengisi Teras Malioboro satu yaitu di bekas Bioskop Indra dan Teras Malioboro dua di bekas Kantor Dinas Pariwisata DIJ, akan semakin memberikan kenyamanan bagi para wisatawan untuk mencari oleh-oleh khas Jogja. Sebab, segala pernik-pernik dan roh yang ada di Malioboro sudah dipusatkan di dua titik tersebut.
Selain itu juga bisa berbelanja di toko-toko sepanjang Jalan Malioboro. “Jadi sebenarnya dari sisi akses, pembeli wisatawan lebih leluasa. Mereka bisa jalan lebih santai, karena kepadatan sudah kita tempatkan di satu tempat yang sama,” terangnya.
Pemindahan PKL ini disebut tak akan menghilangkan roh yang ada di Malioboro. Menurutnya, Malioboro tetap menjadi pusat oleh-oleh maupun jajanan kuliner.
“Mau selfi-selfi tetap ada di Malioboro. Mau membuat blog tetap di Malioboro, jadi fokusnya sekarang ya tetap di Malioboro. Bukan dipindah jauh, justru sekarang pembeli lebih mudah karena langsung mendapatkan dalam satu kawasan. Di utara teras dua, di selatan teras satu dan Beringharjo,” tambahnya. (wia/laz) Editor : Editor Content