Direktur Utama Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) UMY Edwyn Saleh mengatakan, acara BKGN merupakan wadah untuk meningkatakan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan gigi dan rongga mulut. Karena pandemi pelayanan dilakukan secara daring. "Sehingga masyarakat bisa mendapatkan layanan gratis dalam pengembangan gigi," katanya dalam konferensi pers di RSGM UMY Jumat (3/12).
Menurutnya, upaya preventif memang menjadi konsen utama pihaknya untuk mendorong masyarakat memiliki kesadaran mengatasi sedini mungkin dalam mengenali masalah kesehatan gigi dan rongga mulut tersebut. Sebab, karies atau gigi berlubang menurut parameter World Health Organization sudah merupakan penyakit. Sehingga dibutuhkan penanganan cepat agar penyakit tidak menjalar. "Karena nggak mungkin (gigi berlubang) nutup sendiri harus disembuhkan. Bisa sampai terjadi ke sarafnya infeksi itu sampai kompleks," jelasnya.
Dikatakan, pencetus paling tinggi terjadinya karies adalah glukosa atau gula. Juga terdapat susu. Gosok gigi setiap malam sebelum tidur pagi adalah upaya paling baik untuk mencegah penyakit ini. Terlebih, pada anak-anak yang masih sulit untuk gosok gigi. Maka, sebagai orang tua diajak sejak dini memantau dan mengawasi kesehatan gigi dan rongga mulut pada anak. Sebab gigi susu akan lebih mudah karies daripada gigi dewasa.
Sehingga, dihimbau orang tua jangan meninggalkan anak tertidur dengan akumulasi susu atau gula yang banyak didalam rongga mulut. "Prinsipnya jangan terlalu lama membiarkan sisa makanan atau glukosa nempel digigi anak-anak, harus langsung dibersihkan," terangnya.
PIC BKGN UMY 2021 Bayu Ananda Paryontri mengatakan salah satu kegiatan BKGN yang bertajuk 'Kenali Sadari Kesehatan Gigi Demi Tubuh Sehat Selama Pandemi' itu ialah konsultasi online tentang keluhan-keluhan masyarakat terkait dengan kebersihan dan kesehatan gigi dan rongga mulut. (wia/pra) Editor : Editor Content