RADAR JOGJA - DIJ berpeluang menambah pundi medali di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. Itu setelah atlet panjat tebing Rahmayuna Fadillah pastikan ke putaran final Selasa (28/9). Yuna, sapaannya, yang turun di nomor speed world record putri finish di posisi empat pada babak kualifikasi dengan catatan waktu 7,81 detik.
Pelatih Panjat Tebing DIJ Sultoni Sulaiman bersyukur dengan raihan anak asuhnya itu. Ia berharap hari ini Yuna dapat tampil lebih baik dan mempersembahkan medali untuk DIJ. “Alhamdulillah dari babak kualifikasi speed world record putri Rahmayuna masuk putaran final. Semoga besok (hari ini, Red) bisa tampil maksimal,” katanya kemarin.
Hal senada disampaikan Yuna. Atlet kelahiran 3 Mei 1995 itu sangat bersyukur atas hasil yang didapat. Apalagi, ini kali pertama ia tampil di ajang PON. “Ini untuk pertama ngerasain lomba besar, nggak gampang dan nggak mudah,” ujarnya.
Yang pasti Yuna berharap hari ini diberi kelancaran dan kemudahan pada putaran final. “Harapannya semoga bisa memaksimalkan apa yang selama ini dilatih dan insya Allah harus ngotot,” tekadnya.
Sayang, hasil positif tidak diikuti dua pemanjat DIJ; Sukma Lintang dan Dyah Puspitaningtyas. Keduanya yang turun di nomor lead perorangan putri gagal melaju ke babak final setelah mendapat hasil kurang memuaskan. Adapun cabor panjat tebing yang dihelat di Arena Panjat Tebing SP 2 Mimika, itu berlangsung 27 September-8 Oktober 2021.
Pada cabor lain yakni gantole yang diperkuat Muhammad Rosyid Ridho juga mendapat hasil kurang maksimal di nomor ketepatan mendarat. Atas hasil itu, tim DIJ mulai mengalihkan fokus untuk mengejar hasil terbaik di nomor cross country.
Pelatih Gantole DIJ Antonius Munandar Putranto menjelaskan, hingga penerbangan ke-7 dari total delapan kali penerbangan, hasil atlet DIJ belum maksimal. “Pak Rosyid tinggal sekali terbang besok (hari ini, Red),” paparnya.
Ia menuturkan, peluang DIJ mendapat medali cukup sulit. Sebab, dari lima penerbangan yang dijalani hasilnya memang kurang memuaskan. Sehingga, jelas akan sulit mengejar capaian poin atlet-atlet dari daerah lain.
“Faktor cuaca bikin arah angin berubah-ubah. Jadi tim harus beberapa kali menggeser posisi pesawat. Itu kami lakukan demi menjaga keselamatan atlet,” tandas Munandar.
Saat ini total poin yang dicatatkan Rosyid Ridho yaitu 7.209 dari lima kesempatan terbang. Sedangkan sampai penerbangan ke-5, DKI Jakarta memimpin dengan nilai terkecil 1.090. “Untuk gantole nomor ketepatan mendarat, nilai paling kecil itu yang menang,” tambah Munandar.
Selain dua cabor itu, kemarin sepatu roda juga kembali melakoni perlombaan. Tak seperti sebelumnya, tim besutan Sugeng Lasono itu gagal menambah medali. Di final nomor Individual Time Trial (ITT) 500 meter putri, dua atlet sepatu roda Aradhana Wikanestri hanya mampu finish di peringkat empat.
Sedangkan Naviska Putri Alifah di posisi lima. Kemudian di nomor sprint 1.000 meter putri, tim DIJ yang diwakili Chalila Adinawati dan Naviska juga gagal melaju ke babak final. (ard/laz) Editor : Editor Content