"Kurang lebih 3 hari ini secara berturut-turut di Wadas itu, kemudian terjadi semacam apa ya kita anggap semacam teror yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Dengan alasan bagi-bagi masker tapi dengan senjata lengkap," jelas Himawan Kurniadi ditemui di Kantor WALHI DIJ, Kotagede, Kamis (23/9).
Adi menegaskan warga resah atas adanya patroli tersebut. Terlebih beberapa waktu sebelumnya sempat terjadi kericuhan. Berawal dari penolakan proyek nasional bendungan Bener.
Material pembangunan bendungan mengambil tanah dari Desa Wadas. Aktivitas penambangan inilah yang mendapat penolakan dari warga. Warga, lanjutnya, menganggap tidak ada pemberitahuan dan informasi yang jelas tentang penambangan.
"Setelah dicek pembagian masker hanya di desa Wadas saja, ini aneh. Kalau memang tujuannya kesehatan, seharusnya desa lain juga dapat program serupa," kata Aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) DIJ Himawan Kurniadi.
Patroli bersenjata dalam suasana konflik administrasi ini tidaklah tepat. Terlebih dilakukan oleh aparat penegak hukum. Adi mendorong agar pihak kepolisian bertindak netral. Tidak terlibat dalam konflik agraria di Desa Wadas.
Dia juga menuntut hadirnya negara dalam konflik ini. Tidak hanya sekadar mengutamakan pembangunan proyek nasional. Namun perlu juga mempertimbangkan keluhan dari warga terdampak pembangunan.
"Ini kemudian menjadi preseden buruk, apalagi kalau mau ngomong soal demokrasi ternyata negara menjadi abai dalam menyikapi penolakan-penolakan yang dilakukan oleh warga," ujar Himawan Kurniadi.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol M. Iqbal Alqudusy memastikan, aksi patroli bukanlah wujud intimidasi. Polisi, lanjutnya, memiliki kewajiban melakukan patroli wilayah. Tujuannya sebagai pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).
Dalam aksi tersebut juga disertai pembagian masker. Sebagai tindakan antisipasi penyebaran Covid-19. Wujud penerapan protokol kesehatan di perkampungan Wadas.
"Melaksanakan patroli sambil membagikan masker. Patroli adalah tugas Polri dalam menjaga Harkamtibmas," kata Kombes Pol M. Iqbal Alqudusy dihubungi melalui sambungan telepon.(dwi/sky) Editor : Editor News