Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Laporkan, Anak Jadi Yatim Piatu Akibat Covid-19

Editor Content • Sabtu, 7 Agustus 2021 | 19:43 WIB
Kepala Bidang Pelayanan dan Rehab PMKS Dinsos P3A Tunik Wusri Arliani.(SITI FATIMAH/RADAR JOGJA )
Kepala Bidang Pelayanan dan Rehab PMKS Dinsos P3A Tunik Wusri Arliani.(SITI FATIMAH/RADAR JOGJA )
RADAR JOGJA – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) mendorong pelaporan, anak yang jadi yatim piatu akibat orang tuanya meninggal terpapar Covid-19. Sebab sejauh ini, Dinsos P3A baru mendapat laporan satu dari total 17 kapanewon yang ada di Bumi Projotamansari. Terkait jumlah anak yang terdampak masalah sosial akibat orang tuanya meninggal terpapar Covid-19.

Kepala Bidang Pelayanan dan Rehab PMKS Dinsos P3A Tunik Wusri Arliani membenarkan, penanganan yatim piatu berada di bawah dinasnya. Namun dinasnya hanya bertindak sesuai laporan. Untuk selanjutnya dapat melakukan penanganan sesuai dengan yang dibutuhkan atau diperlukan penyandang permasalahan sosial. “Kalau memberi penanganan, pada dasarnya kami siap,” tegasnya ditemui di kantornya Jumat (6/8).

Ditegaskan, laporan yang masuk ke Dinsos P3A akan ditangani sesuai dengan tupoksi. Termasuk penanganan anak yang jadi yatim piatu akibat orang tuanya meninggal terpapar Covid-19. “Kalau kami mendapat laporan, akan kami tindak lanjuti sesuai dengan tupoksi kami. Untuk membantu anak yang menjadi yatim piatu akibat orang tuanya meninggal terpapar Covid-19,” ujarnya.

Penanganan yang akan dilakukan adalah merekomendasikan anak, jika bersedia dan mau, untuk tinggal di panti. Namun, keluarga besar anak dapat mengambil peran untuk merawat anak tersebut. “Tapi pertama kami assessment dulu dia kebutuhannya apa. Apa yang dibutuhkan dan harus segera ditangani sesuai dengan tupoksi yang ada di kami,” jelasnya.

Sejauh ini, laporan yang masuk ke Dinsos P3A baru datang dari Kapanewon Sewon. Di mana tercatat 42 anak terdampak masalah sosial akibat kehilangan orang tua. Secara rinci terdapat empat anak menjadi yatim piatu. Sebanyak 28 anak menjadi yatim, dan sisanya sebanyak 10 anak menjadi piatu. “Itu baru dari Sewon, yang lain belum ada laporan,” sebutnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharjo menyebut, penanganan terhadap anak yang jadi yatim piatu akibat orang tuanya meninggal terpapar Covid-19 menjadi bagian dari fokus Satgas Covid-19 Kabupaten Bantul. Di mana petugas akan melaksanakan fungsinya sesuai dengan tupoksi. “Saya pikir itu dihendel Pemkab Bantul, di (melalui, Red) Satgas Covid-19 dan bidangnya di bidang sosial yang akan melaksanakan. Bidang masing-masing yang akan melaksanakan sesuai dengan tupoksinya,” cetusnya.

Selanjutnya Agus mengungkap, penanganan yatim piatu dalam kasus ini dibutuhkan kerjasama tim yang solid. Gabungan dari berbagai unsur seperti gakkum, sosial kemasyarakatan, dan lainnya. “Tentu semua bekerja sesuai dengan beban amanah dan tugas pokok masing-masing,” ucapnya.

Sementara terkait pencatatan daftar anak yang menjadi yatim piatu, dia mengklaim mendapat tembusan. Namun, Agus mengaku tidak mengetahui secara detail. Sebab itu bukan tupoksi dinasnya untuk menganalisis. “Berapa yatim piatu dan kebutuhannya, bukan di kami,” sebutnya.

Sebelumnya, Ketua Satgas Covid-19 Kalurahan Bantul, Kuswandi membenarkan adanya dua anak di wilayahnya yang menjadi yatim piatu. Kronologi berawal dari sang ayah, berinisial T, 44, yang mengalami penurunan kondisi tubuh pada Jumat (9/7). Keesokan harinya, istri T dan kedua anaknya menjalani swab antigen di puskesmas pada Sabtu (10/7). Ketiganya dinyatakan positif terpapar Covid-19. Kemudian ketiganya diantar ke Selter Kapanewon Bantul di Kalurahan Sabdodadi.(fat/pra) Editor : Editor Content
#Covid-19 #Dinsos-P3A